KABAR DARI ACEH

Dr. dr. Azharuddin: Pemerintah Sudah Mengeluarkan Regulasi Pembentukan Satgas Corona Kabupaten/ Kota

 

Banda Aceh- Aceh Monitor Com. Direktur Rumah Sakit Umum dr. Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Dr. dr. Azharuddin, Sp.OT. K-Spine, FICS menegaskan, pemerintah Aceh sudah membentuk tim Satgas Provinsi dan mengeluarkan regulasi untuk pembentukan Sargas di 23 kabupaten/kota dalam upaya kewaspadaan mencegah masuknya wabah virus corona ( Covid 19) ke Aceh yang kini yang terus menyebar ke berbagai pelosok dunia.

Hal itu diktakan Dr. dr. Azharuddin, Sp.OT. K-Spine, FICS yang didampingi jutu bicara tentang informasi Cavid 19 Provinsi Aceh dr. Saiful Abdul Gani, dr. Novina Rahmawati, dr. Harry dan dr. Dewiserta sejumlah dokter lainnya dalam komprensi Pers dengan belasan wartawan di RSUZA Banda Aceh, Jum’at (20/3/2020).

Menurut Azharuddin, pemerintah Aceh sudah mempersiapkan dua rumah sakit rujukan bila ada suspect corona atau terdunga terpapar corona yang memerlukan pemeriksaan dan perawatan dengan biayai pemerintah, yaitu RSUZA di Banda Aceh dan RSUCM di Lhokseumawe.

“Alhamdulillah ada enam yang dirawat di RSUZA, empat negatif dan sudah pulang. Fasiltas yang ada saat ini enam kamar isolasi dan sedang mempersiapkan 12 ranjang tambahan. Kita perihatin tiga hari belakangan luar biasa, kematian tertinggi di Indonesia. Sekarang yang dikerjakan pemerintah daerah mempersiapkan Rumah Sakir di daerah kabupaten/kota dengan membentuk Satgas dan sudah dikeluarkan regulasinya oleh Plt. Gubernur. Kalau di provinsi tim Satgasnya sudah terbentuk”, kata Azharuddin.

Yang sudah diperiksa, kata Azharuddin, alhamdulillah negatif dan namun perlu terus kita antisipasi kemungkinan-kemungkinnnya. Dan saya juga berharap media supaya memberikan informasi yang dapat menenangkan kita semua. Karena ada media sosial yang seakan membuat informasi yang dapat meresahkan masyarakat, tambah Dirut RSUZA ini.

Sementara dr. Saiful Abdul Gani pada kesempatan itu mengharapkan partisipasi semua lapisan masyrakat supaya sama-sama menjaga jangan sampai ada satupun warga yang terpapar corona ini dengan tetap mematuhi anjuran pemerintah dalam himbauan mengantisipasi covid 19 ini.

“Yang intinya kita sama-sama mengantisipasi jangan ada satupun yang terpapar corona dengan cara tetap menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, menjaga ketahanan tubuh dengan membiasakan hidup sehat, menghindari ke tempat-tempat keramain sehingga penyebaran kita harapkan semua kita aman dari wabah corona ini”, kata Saiful.

Sedangkan dr. Harry dan dr. Dewi Yulia keduanya dokter spesialis Paru dan dr. Novina Rahmawati juga menjelaskan tentang upaya pencegahan supaya tidak terpapar corona dan ciri-ciri sama dengan sakit biasa, flu, batuk dan suhu tubuh tinggi, namun gelaja itu belum bisa langsung dikatakan sudah terkena corona. Karena ada orang dalam pemantauan (ODP) dapat sumbuh dengan mengisolasi di rumah selama 14 hari dan pasien dalam pemantauan (PDP) yang butuh perawatan di Rumah Sakit.Dirut RSUZA, Azharuddin minta semua pihak berkoordinasi dan masyarakat jangan panik dengan situasi saat ini karena pemerintah juga terus beruapaya maksimal melakukan upaya antisipasi dengan mempersiapkan perangkat pemeriksaan di setiap pintuk masuk ke wilayah Aceh baik melalui jalur udara, darat dan laut. Kalau ada yang terduga terpapar corona akan langsung dibawa ke ruangan isolasi untuk mendapatkan pemeriksaan, katanya. (Kas)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!