KABAR DARI ACEH

Kakanwil DJBC Aceh : Masyarakat Ber-Investasi, Mendorong Pertubuhan Ekonomi

Banda Aceh – Aceh Monitor Com (AMC). Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh, Safuadi mengatakan, Pasar keungan domestik terkait obligasi negara masih sangat dangkal, artinya kesertaan masyarakat untuk ber-investasi pada Surat Berharga Negara masih belum tinggi.

Padahal keikutsertaan masyarakat pada pembiayaan pemerintah akan mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan (rakyat).

Hal ini diungkapkan Safuadi kepada Aceh Monitor Com usai membuka acara sosialisasi invesasi Sukuk Tabungan 005, Selasa (20/8/2019) di Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Aceh di Banda Aceh.

Acara sosialiasi menghadirkan Narasumber dari Kementerian Keuangan yaitu Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Pembiayaan Proyek Surat Berharga Syariah Negara ( SBSN atau Sukuk Negara), Kementerian Keuangan RI, Rahmad Faudji Rahmad Faudji. Juga ikut serta empat perwakilan bank dari 22 mitra kerja Sukuk Tabungan Investasi dari Jakarta, diahadiri sekitar 80 peserta, para kepala kantor intansi pemerintah Provinsi Aceh dan Kota Banda Aceh serta lembaga Swasta.

Bandingkan Jepang, tambah Safuadi, keterlibatan masyarakat pada Surat Berharga Negara yang mencapai 98% kepemilikannya adalah warga negara Jepang.

“Yang mana setiap pembangunan dan penggunaan dana-dana pembiayaan masyarakat dapat secara langsung memperoleh hasil dari Kupon bagi hasil-nya tiap bulan, disisi lain juga dapat terlibat langsung dalam pembangunan-pembangunan sarana dan prasarana publik “jelasnya.

“Berbeda dengan Indonesia yang kontribusinya masih kecil dan kepemilikan Surat Berharga Negara sebahagiannya masih dikuasai asing (yang mengambil keuntungan adalah pihak asing)”,kata Safuadi.

Oleh karenanya, tambah kakanwil DJBC Aceh ini, kami berharap kegiatan sosialisasi Sukuk Tabungan ST005 dapat membangun pemahaman kepada masyarakat untuk makin berminat berinvestasi pada Surat Berharga Negara yang pada akhirnya akan memperkuat kemampuan fiskal pemerintah untuk melaksanakan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, harapnya.

Aceh sudah dibangun Jalan Layang, Jembatan, Jalan dan Gedung, Rp 1 triliun.

Sementara itu , Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Pembiayaan Proyek Surat Berharga Syariah Negara ( SBSN atau Sukuk Negara), Kementerian Keuangan RI, Rahmad Faudji ditanyai Aceh Monitor Com di sela-sela makan siang acara sosialiasi, mengatakan, Aceh termasuk pembeli Sukuk terbesar kedua setelah DKI Jakarta dan Timur.

Kami ingin dengan adanya acara ini, lebih berkembang lagi khususnya Aceh. Bisa semakin tumbuh semakin besar, sudah dirasakan manfaatnya, pembangunan disebar ke seluruh provinsi termasuk Aceh ini.

“Dari 2013 sampai 2019 sudah ada Innvestasi sekitar Rp.91 triliun. Setiap pembeli Sukuk mendapat bagi hasil 7,4 persen per tahun yang dibayarkan tiap bulan oleh pemerintah yang dijamin oleh negara dan sesuai dengan syariah”, kata Rahmad.

Dikatakannya, di Aceh melalui dana Sukuk Tabungan Investasi ini telah dibangun infrastruktur berupa jalan dan jembatan dari 2015 sampai 2019 hampir Rp. 1 Triliun, yaitu pembangunan Flay Over Simpang Surabaya, pengadaan jembatan Krueng Cut, jalan ke Meulaboh, jalan nasional. Kemudian yang besar lagi untuk pendidikan, perguruan tinggi keagamaan hampir semua UIN Ar-Raniry Banda Aceh, IAIN di Meulaboh, STAIN di Langsa, itu semua sudah pernah kita biayai, kata Rahmad Faudji.

Sedangkan untuk Universitas Negerinya, sudah ada di Universitas Teuku Umar, yang tahun ini hampir Rp.75 miliar. Kemudian untuk sumber daya air, irigasi dan pembangunan Kantor Urusan Agama.

“Yang kita bangun 19 KUA yang ada di Aceh ini dan juga ada asrama Haji tahun ini sudah kita biayai dan akan semakin bagus”, tambah Rahmad.

Dikatakannya, masyarakat pembeli Sukuk ini, termasuk di Aceh yang biasanya pembeli pertama terbesar peroranmgan itu biasanya ibu rumah tangga, yang kedua kalangan profesioanl, bisa dokter, advokat , pegawai swasta dan Pengawai Negeri.

“Namun katanya saat ini sudah ada generasi milenial, mereka sedikit investasinya, satu juta, tapi kerena mereka bisa online, mereka tertarik.Cuma sekali mengurusnya dan seterusnya tinggal menambah investasinya” tutupnya . (Kas)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!