KABAR DARI ACEH

Per 1 Oktober 2018 , Semua Produk Cairan Vape Yang Beredar Dikenakan Cukai

Banda Aceh – Aceh Monitor Com. Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan , telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 146/PMK.010/2017 tanggal 24 Oktober 2017 Tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau yang di dalamnya mengatur pengenaan cukai terhadap cairan pengisi rokok elektrik (vape) sebesar 57 % (lima puluh tujuh persen) dari harga jual eceran yang berlaku mulai 1 Juli 2018 dengan relaksasi sampai dengan 1 Oktober 2018.

Dengan makin berkembangnya teknologi, jenis rokok yang beredar di pasaran semakin bervariasi baik berupa rokok konvensional maupun rokok elektrik (vape). Rokok konvensional tersaji dalam wujud sigaret, cerutu, rokok daun, dan tembakau iris sedangkan rokok elektrik dikenal di pasaran sebagai vape. Rokok elektrik terdiri atas mesin rokok (drip, atomizer, mod, baterai) dan cairan pengisi vape. Cairan pengisi vape yang biasa disebut e-liquid / e-juice yang mengandung ekstrak dan esens tembakau inilah yang dikenakan pungutan cukai bukan pada mesin rokoknya.

Saat ini, cairan vape yang beredar di pasaran berasal dari hasil produksi pabrikan (brewer) di dalam negeri maupun impor dari luar negeri. Industri cairan vape di dalam negeri yang termasuk sebagai industri kreatif, akhir akhir ini semakin berkembang pesat.

“Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan turut mendorong terbitnya regulasi untuk pengendalian konsumsi, pemungutan cukai, dan pengawasan cairan vape agar industri tersebut semakin berkembang, berdaya saing, dan legal serta mendorong pertumbuhan ekonomi” Plh. Kepala Kantor Bea Cukai Aceh Erwindra Rachmawan.Dalam siaran pers nya hari ini , Rabu 26/09/18.

Menurutnya , distribusi dan konsumsi cairan vape sempat menimbulkan kontroversi dan berpolemik (pro kontra) di kalangan masyarakat. Sebagai salah satu solusinya, Pemerintah menerbitkan PMK Nomor 146/PMK.010/2017 sebagaimana tersebut di atas dan menerbitkan PMK lain terkait yang di antaranya mengatur pengenaan cukai atas hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) di antaranya cairan vape.

“Pabrikan dan importir cairan vape yang telah memproduksi / mengimpor sebelum tanggal 1 Juli 2018 , namun saat siap jual eceran belum dilekati pita cukainya (belum dilunasi cukai) agar memproses pengajuan dan pelunasan pita cukainya ke Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) setempat sampai dengan tanggal 1 Oktober 2018” jelasnya.

“Untuk cairan vape yang diproduksi / diimpor setelah tanggal 1 Juli 2018, saat siap jual eceran wajib dilekati pita cukai pada kemasan luar cairan vape tersebut. Cairan vape yang siap jual eceran pun wajib memenuhi syarat ketentuan isi kemasan yakni 15/30/60/100 ml ” tambahnya lagi.

Ia mengatakan . DJBC Kementerian Keuangan mempunyai tugas di antaranya mengawasi dan melayani baik produksi maupun distribusi barang kena cukai (BKC) serta memungut cukai atasnya. Cukai dikenakan terhadap barang yang konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup, serta pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.

Hingga saat ini, BKC terdiri atas tiga barang yakni minuman mengandung etil alkohol (MMEA) / minol, etil alkohol/etanol (EA), dan hasil tembakau (rokok). Hasil tembakau terdiri atas sigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iris, dan hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL). HPTL terdiri atas ekstrak dan esens tembakau (di antaranya cairan vape/ e-liquid / e-juice), tembakau molasses, tembakau hirup (snuff tobacco), dan tembakau kunyah (chewing tobacco).

“Masyarakat dihimbau untuk tidak menjual, membeli, dan mendistribusikan produk rokok ilegal. Ciri rokok ilegal di antaranya kemasan tanpa dilekati pita cukai, dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai bekas, ataupun dilekati pita cukai bukan peruntukannya” kata Erwindra Rachmawan

Pabrikan, importir, maupun masyarakat umum jika membutuhkan informasi terkait cukai rokok dan informasi terkait kepabeanan dan cukai dapat mendatangi Kantor Kanwil Bea Cukai Aceh di Jalan Tgk Imuem Lueng Bata, Banda Aceh atau juga dapat mendatangi KPPBC terdekat yang tersebar di lima lokasi di Provinsi Aceh yakni KPPBC TMP C Banda Aceh, KPPBC TMP C Sabang, KPPBC TMP C Meulaboh, KPPBC TMP C Lhokseumawe,dan KPPBC TMP C Kuala Langsa atau pun dapat menghubungi pusat kontak layanan Bravo Bea Cukai di 1500225. Tutupnya. (Rel)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!