Redaksi
Sigli – Aceh Monitor com. Kursus Lisensi (Lisen D) pelatih sepak bola merupakan program berkesinambungan PSSI Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam upaya menciptakan (melahirkan) calon pelatih muda berkarakter dan berkemampuan melatih secara profesional, untuk membantu melakukan pembinaan atau menjadi pelatih Club, SSB dan Sekolah umum di Kabupaten/kota, Kecamatan dan Desa domisili peserta kursus. Ungkap Coach Educator (instruktur) PSSI Pusat, Zainal Abidin alias Zapelo dalam pernyataannya pada serimoni pembukaan Kursus Lisen D pelatih tersebut, Kamis (07/08/2026) di Sigli, Pidie.
Sembari menjelaskan, “melatih sekaligus membangun karakter peserta didik melalui sepak bola bukan hal sepele dan gampang, tentu harus diberangi dengan pengetahuan luas bidang sepekbola”.
Mengingat para pelatih muda sebelum tegat waktu mengambil kursus diatasnya ke Lisen C harus terlebih dahulu mengasah kemampuan melatih di level Club, SSB atau Sekolah umum.
Dalam artian peserta setelah memperoleh Lisen D dituntut mengembangkan bakat dan ilmu yang telah ditekuni saat kursus, salah satunya tugas head caach muda yakni, _harus berhasil membentuk karekter anak-anak (calon pemain) di dunia olahraga (sepakbola) dan kedalamannya_
Yang biasa disebut, “olahraga untuk pembangunan “sport for development” alias pengembangan sepak bola sejak usia dini”, pinta Coach Educator Zapelo, yang juga selama pengemblengan dan sajian materi kursus di Sigli akan didampingi dua asistennya dari Aceh, yakni head coach Rizwan Salam dan Safrizani.
PROGRAM PENGEMBANGAN PELATIH PSSI ACEH:
PSSI Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat fondasi sepak bola daerah dengan menggelar PSSI License Coaching Course (LISEN D) di Kabupaten Pidie.
Dimana kursus kepelatihan yang berlangsung pada 7–12 Agustus 2026 itu diikuti 24 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Aceh, ujar Sekretaris Umum PSSI Aceh, Nazaruddin saat menyampaikan sambutan pada serimoni pembukaan kursus itu.
Yang juga menambahkan,
“peningkatan kualitas pelatih menjadi salah satu fokus utama organisasi untuk menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan dan mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas”
Kami ingin semakin banyak pelatih di Aceh memiliki lisensi resmi dan memahami Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia). Pelatih adalah ujung tombak pembinaan, sehingga kualitas mereka akan sangat menentukan perkembangan pemain usia dini hingga usia muda_
Dalam serimoni pembukaan tersebut juga terlihat hadir ketua PSSI Pidie yang juga Exco PSSI Aceh, “Dewan” Muzakir beserta sejumlah pelaku dan pemerhati sepak bola Aceh.
