Redaksi
Banda Aceh – Aceh Monitor com. Media Aceh Inspirasi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 di Kantor Redaksi Jalan Tgk Imeum Lueng Bata No.44, Banda Aceh, Minggu (11/10/2026).
Acara berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Rangkaian kegiatan diisi dengan kenduri Maulid, silaturahmi awak media, santunan anak yatim, serta doa bersama yang dipimpin Imuem Syiek Masjid Ar-Rahman Gampong Panteriek, Tgk. Abi Mulyadi Puteh, A.Md.
Hadir dalam acara tersebut Ketua PWI Aceh M. Nasir Nurdin , Penasehat PWI Aceh Bustamam Ali , perwakilan Dinas Pendidikan Aceh Syarwan Joni , Sekjen PWRI Aceh Yusriadi mewakili Ketua PWRI Aceh Idrus Hayat , Humas PT SBA Faraby Azwany , serta insan pers dan tamu undangan lainnya.
Penasehat PWI Aceh, Bustamam Ali, menegaskan media harus menjalankan fungsi dakwah dan edukasi, bukan menyebar provokasi dan hoaks.
“Media harus jadi dakwah dan pencerahan, bukan provokasi atau hoaks. Berikan edukasi dan kontribusi kepada masyarakat,” ujar Bustamam Ali.
Ia juga mendorong Aceh Inspirasi untuk terus memberikan kritik yang membangun kepada pemerintah dengan tetap mengedepankan akhlak dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.
“Kritik yang membangun dan berisikan dakwah, sesuai keteladanan akhlak Rasulullah,” tegasnya.
CEO Aceh Inspirasi, T. Pribadi, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan media tersebut hingga usia ke-7 tahun.
“Terima kasih kepada seluruh tamu undangan, instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat Aceh. Tanpa dukungan semua pihak, Aceh Inspirasi tidak ada apa-apanya,” ujar Pribadi.
Ia juga memohon maaf atas segala kekurangan dalam penyajian informasi dan membuka diri terhadap saran serta kritikan membangun.
Ketua PWI Aceh, M. Nasir Nurdin, berharap di usia ke-7, Aceh Inspirasi semakin profesional, berimbang, dan menjadi rujukan kebenaran di tengah derasnya arus informasi media sosial.
“Peran media sekarang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi bagaimana informasi itu bisa diyakini kebenarannya dengan tabayun. Tanggung jawabnya semakin besar di tengah persaingan media sosial,” kata Nasir Nurdin.
Ia berharap Aceh Inspirasi mampu memberdayakan diri, mensejahterakan anggotanya, dan terus menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan menarik sehingga menjadi rujukan masyarakat.
