Bireuen – Aceh Monitor Com . Bila kita berkunjung ke Kantor Keuchik Bandar Bireuen Kecamatan Kota Juang, di depan pintu masuk pertama telah disediakan ruang sterilization Corona virus yang merupakan karya dari ide kreatif perangkat desa Gampong tersebut.
Inisiatif dan inovasi yang diciptakan oleh perangkat desa Gampong Bandar Bireuen ini patut di acungkan jempol, pasalnya karya / teknologi tepat guna ini sangat berkontribusi untuk masyarakat dalam menghadapi bahaya virus yang sedang melanda dunia saat ini.
Adapun bahan bahan yang digunakan dalam pembuatan bilik penyemprotan cairan desinfektan manual tersebut juga sangat mudah didapatkan seperti 1 buah alat semprot solo, 4 batang Pipa 1 inc sebagai tiang , plastik transparan dengan ketebalan 5 5×1 mm menjadi dinding ruangan, 1 buah nozle spray, keran angin, 4 bua roda galantino 3 inc dan beberapa bahan pendukung lainya.
Meski terlihat sederhana, bilik berukuran 1 setegah meter persegi tersebut, diyakini mampu menangkal penyebaran virus covid/19 yang sedang mewabah
Keuchik Bandar Bireuen Adnan Adam kepada media Aceh Monitor.Com Minggu 29/3/2020.pagi menyampaikan sangat mengapresiasi karya yang diciptakan oleh satgas anti penyebaran covid/19 yang sebagian anggotanya terdiri dari masyarakat dan perangkat gampongnya itu.
“Kita sangat mendukung apa yang telah di lakukan oleh satgas anti penyebaran Corona yang baru kita bentuk, ini merupakan teknologi tepat guna yang sangat bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat khususnya warga Bandar Bireuen” ujarnya
Pada kesempatan itu dirinya juga berharap, satgas bersama warga dapat bekerja dengan baik agar kita dapat terbebas dari segala wabah penyakit.
“Sebelumnya, ada beberapa kegiatan lain yang dilaksanakan oleh anggota satgas seperti,penyemprotan desinfektan di tempat ibadah dan lainya karena Bandar Bireuen yang berada di jantung Kota Kabupaten Bireuen sangat rentan dengan penyebaran virus Covid 19” tutupnya
Dari amatan media di beberapa Gampong dalam Kecamatan hanya kantor Geuchik Bandar Bireuen yang menyediakan ruang sterilisasi sesuai dengan standar WHO. (Duta)
