IPTEK

Unsyiah Ķembangkan Teknologi Pengolahan Produk Pakan Dalam Bentuk Pellet dan Powder

Redaksi.

 

Aceh Besar – Aceh Monitor com. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh telah mengembangkan Teknologi Pengolahan Produk Pakan dalam Bentuk Pellet dan Powder yang Berbahan Dasar Keong Mas untuk Pakan Ikan dan Bebek.

Selain itu juga merancang sistem pemroses produksi pakan untuk peternak ikan dan bebek dan telah melaksanakan desiminasi serta demo kepada masyarakat petani dan peternak di Desa Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar,  Minggu (6/12/2020).

Ketua Tim Ir. Pocut Nurul Alam, MT (Dosen Teknik Kimia) yang didampingi oleh anggota tim lainnya yaitu Teuku Muhammad Asnawi, ST, M.Eng (Dosen Teknik Kimia) dan Nurul Aflah, ST, M.Sc (Dosen Teknik Pertambangan) bersama mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Unsyiah telah melaksanakan pelatihan dan desiminasi teknologi proses produksi kepada masyarakat kelompok tani dan peternak untuk mengembangkan produksi pakan yang murah dan ramah lingkungan di Desa Gue Gajah Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar.

Teknologi Proses pembuatan pakan ikan dan bebek yang berbentuk pellet dan powder tersebut menggunakan bahan baku dasar keong mas yang merupakan hama dan mengganggu lahan pertanian masyarakat sebagai sumber protein alternatif pengganti tepung ikan yang relatif mahal menjadi produk pakan yang dapat digunakan untuk menekan pengeluaran biaya pakan pada unit-unit peternakan mereka.

“Sistem pemroses merupakan kombinasi mesin pencacah, pencampur formula pakan, pemelet dan powder dengan menakar formula yang sesuai untuk kebutuhan konsumsi ikan dan bebek,” sebut Pocut Nurul Alam.

Ia menambahkan teknologi tepat guna ini diharapkan akan dapat meningkatkan taraf ekonomi petani dan peternak sekaligus. Teknologi pemrosesan tepat guna yang diperkenalkan ini relatif mudah untuk dioperasikan oleh masyarakat karena memanfaatkan bahan baku limbah dan teknologi terapan yang sederhana.

Teknologi produksi ini relatif mudah dan aplikatif untuk menjawab tantangan ketersediaan pakan dalam upaya ketahanan pangan masyarakat desa. Bahan baku keong mas yang merupakan hama pertanian dapat dikonversi menjadi sumber protein alternatif sebagai bahan baku produk pakan yang berbentuk pellet dan powder yang relatif mudah untuk dioperasikan.

“Kompetitif secara ekonomi dan ramah lingkungan sehingga menguntungkan para petani dan peternak dalam penanganan dampak krisis ekonomi masyarakat petani dan peternak selama masa pandemi COVID19 yang masih belum diketahui kapan akan berakhir,” pungkas Ir. Pocut Nurul Alam, MT.

Sementara itu salah seorang penerima manfaat dari program ini yaitu Arnis warga Desa Gue Gajah berharap dengan adanya pengenalan teknologi tepat guna ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam skala yang lebih luas di kalangan masyarakat untuk pengembangan proses produksi pakan sehingga dapat menjawab kendala pengadaan pakan para petani dan peternak selama ini.

“Kita juga berharap bahwa petani dan peternak di wilayah Aceh Besar khususnya dapat memanfaatkan berbagai teknologi terapan yang telah dikembangkan di perguruan tinggi terutama teknologi produksi pakan dalam upaya untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa terutama dalam situasi krisis ekonomi seperti saat ini,” pintanya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!