KABAR DARI ACEH

Ketua Terpilih IKAARS : Pembangunan Aceh Harus Belajar Pada Negara Maju

Laporan : Azhar.

 

 

 

Banda Aceh – Aceh Monitor com. Ikatan Alumni Arsitek (IKAARS) USK melakukan kongres di Kriad Muraya Hotel , Rabu 17/03/21.Dalam kongres tersebut turut ambil bagian 30 Luring (OFF LINE) dan 300 Daring (ON LINE). Adapun agenda kongres IKAARS II ialah untuk memilih ketua baru.

ketua panitia pelaksana kongres Mirza Wardana ST , menyebutkan karena masih dalam suasana Pandemi kegiatan dilakukan dengan kombinasi daring dan luring.

Mirza Wardana menambahkan kongres dilakukan dikarenakan masa kepemimpinan ketua lama sudah berakhir masa jabatanya.

“Ini pertama kalinya kongres menggunakan sistem daring dan luring , kita berharap dapat menjadi Pilot Project untuk ke depannya apalagi di era Digital yang terus berkembang. Sistem daring dan luring sangat efektif untuk menjangkau seluruh Alumni yang tersebar di berbagai tempat,” ujar Mirza Wardana.

Sementara itu ketua IKAARS periode lalu Teuku Indra ST , mengatakan dirinya telah berhasil membantu jurusan arsitektur USK meraih Akreditasi A.

“Dan saya berharap pada ketua yang baru , dapat bekerja dengan baik dan membesarkan IKAARS ,” pintanya.

Masih ditempat yang sama , ketua terpilih IKAARS priode 2021 – 2021 Said Husain ST , menyebutkan jurusan arsitektur sudah berumur 24 tahun (1997-2021) umur yang sudah dewasa untuk berkarya, dan jumlah alumninya telah mencapai 1000 lebih dan IKAARS merupakan rumah silaturahmi bagi 1000 arsitek kelahiran USK untuk memperindah dunia.

“Ini menjadi rumah paguyuban , menjaga kekompakan sesama alumni yang kini sudah tersebar di seluruh Indonesia luar negeri,” sebutnya.

Said Husain menambahkan , pembangunan Aceh harus belajar pada pembangunan negara-negara maju, yang mampu menghadirkan bangunan serta landmark-landmark baru yang berkelas, moderen, indah, fungsional, sekaligus memelihara khazanah kekayaan arsitektural lokal.

“Ada harapan kepada Nova Iriansyah yang saat ini menjabat sebagai gubernur yang juga seorang alumni arsitek, perlu memberi perhatian pada penataan wajah infrastruktur Aceh yang lebih estetis, dengan melibatkan peran arsitek lokal secara lebih maksimal. Harus ada karya-karya monumental sebagai bagian dari peradaban pemerintahan di setiap masa. Arsitek USK harus lebih berdaya dan diberdayakan dalam menata Aceh,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!