Laporan : Ervanda.
Banda Aceh – Aceh Monitor com. Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Aceh Safuadi mengatakan ada beberapa aspek yang belum di optimal kan,”Dan itu harus dioptimalkan seperti masalah logistik , menghilangkan ketergantungan dari provinsi lain agar anggaran dan sasarannya langsung membangkitkan kinerja ekonomi itu yang harus diperhatikan,” kata Safuadi.
Hal tersebut dikatakanya saat menjawab pertanyaan wartawan di sela – sela konfrensi pers kinerja ekonomi semester I tahun 2021 , di lapangan tenis GKN Kantor setempat , Senin 19/07/21.
Safuadi menambahkan , jadi yang harus banyak mendapatkan perhatian dari kita di Aceh yaitu tata kelola kalau itu dapat disempurnakan lagi arah penyelesaian nya akan lebih cepat.
“Karena salah satu kontribusi dari masalah kemiskinan adalah produktivitas ,” sebut Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Aceh , Safuadi.
Selain itu , ia menjelaskan terkait kinerja ekonomi Aceh pada semester I tahun 2021 , ia menyebutkan sampai saat ini ada bagian yang sudah on the track atau sesuai dengan jalur, penyerapan anggaran ada yang sudah tapi ada juga yang belum.
“Tadi ada total 6 Triliun dana itu harus kita review dengan sangat baik , kalau perencanaan tidak dimulai dari awal dengan sempurna maka eksekusinya akan bermasalah dan itu akan berdampak pada pergerakan ekonomi,” ungkapnya.

Safuadi juga menyebutkan akan memberikan masukan – masukan dari tim 9 instansi vertikal
di Aceh yang terkait dengan masalah ekonomi kepada pemerintah daerah dan terus bersinergi dan berkoloborasi untuk itu.
“Karena kita tentu tidak ingin terjebak dalam perangkap daerah miskin , padahal kita punya potensi dan anggaran besar 48,9 Triliun angka yang digulirkan di Aceh ,”ujarnya.
Sementara itu , Kepala Kanwil DJPb Provinsi Aceh Syafriadi menjelaskan serapan anggaran merupakan salah satu sumber untuk menggerakkan perekonomian dan yang paling penting bagaimana dana yang sudah tersalurkan dari APBN bisa tepat sasaran.
“Sehingga memiliki multiplayer effect yang banyak bagi masyarakat Aceh Itu tantangan yang kita miliki sekarang , apa yang sudah cair dari pemerintah pusat melalui APBN pada semester I sudah di angka 43 persen,” ungkapnya.
“Itu sudah diatas target nasional , dan itu bagaimana memiliki multiplayer effect yang semakin meningkat buat masyarakat Aceh ,” tutup Syafriadi.
Pada kesempatan tersebut turut hadir pula kepala OJK Aceh Yusri , Kepala BPS Ihsanurijal, S.Si, M.Si dan kepala BPKP Indra Khaira Jaya, S.E., M.M.
