Laporan : Wiwin Trianasanti.
Aceh Tengah – Aceh Monitor com. Kenali benda dan tempat bersejarah 38 siswa/i kelas X MAS Ulumul Qur’an lakukan kegiatan karya wisata ke Museum Gayo dan Goa Legenda Putri Pukes yang terletak di kaki bukit Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah, Jum’at (5/11/2021).
Kegiatan karya wisata yang digelar di Museum Gayo dan Goa Putru Pukes merupakan bentuk pengenalan sejarah dan budaya secara langsung untuk menambah pengetahuan sejarah dan budaya, sebagai referensi visual, serta memberikan nuansa belajar yang berbeda bagi Siswa/i MAS Ulumul Qur’an.
Kegiatan ini didampingi oleh guru Sejarah Cut Henawasih, guru Bahasa Indonesia Wakiat Tanufus, Kepala MAS Ulumul Qur’an Zuyyina, M.Pd, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Amran dan Pembina OSIM M. Amin.
Koleksi yang terdapat pada Museum Gayo berupa pakaian kerrawang Gayo, kerangka manusia prasejarah, foto Gayo pada zaman dahulu, Tempayan, dan nengel (sebagai alat cangkul).
Kepala MAS Ulumul Qur’an Zuyyina, M.Pd memberikan apresiasi kepada pendidik yang mengembangkan pembelajaran dengan metode inovatif, salah satunya dengan menggunakan metode belajar karya wisata.

“Dalam proses belajar mengajar siswa perlu diajak keluar sekolah, untuk mengamati objek benda sejarah untuk memperoleh pengalaman langsung dari objek yang dilihatnya,” ungkapnya.
Cut Henawasih guru Sejarah MAS Ulumul Qur’an mengungkapkan kegiatan karya wisata bukan sekadar rekreasi untuk menghilangkan kepenatan, melainkan untuk belajar mengeksplorasi pengetahuan sejarah dengan cara yang lebih menyenangkan
Gua Putri Pukes sebagai objek wisata legenda yang terletak di pinggiran jalan Danau Laut Tawar, di dalam Goa Putri Pukes terdapat batu yang dipercayai sebagai Putri Pukes, sumur besar, kendi yang sudah menjadi batu, dan tempat duduk untuk bersemedi (bertapa).
Salah seorang peserta didik Kurdidimin mengaku senang dapat melihat langsung peninggalan yang ada di Museum Gayo dan lokasi legenda Putri Pukes.
“Kami sangat senang bisa lebih mengenal benda bersejarah terkait perjuangan zaman dulu, dan juga bisa belajar di tempat yang berbeda,” ungkap Kurdidimin
