LIFE STYLE

Sadar Uang

Oleh : Anaz Almansour
Motivator Kepribadian

 

 

 

 

Saya dulu termasuk tipe orang yang cuek terhadap uang. Saya taruh saja di tas atau dompet sekenanya, kadang saya genggam lalu masuk saku celana. Ujungnya yang terlipat saya biarkan, arah gambarnya simpang siur ditumpukan pun tidak saya hiraukan. Ah cuma uang, pikir saya. Dan saya memang tidak suka mengurusi detil-detil.

Tapi entah kenapa, akhir-akhir ini saya berubah sikap. Setiap dapat pembayaran dari klien, saya rapikan uangnya. Lipatan yang kecil sekalipun di ujung kertasnya, saya luruskan. Arah gambar saya samakan. Masuk dompet pun rapii.

Kalau misal saya gunakan transaksi lalu dapat uang kembalian yang kucel, sampai di rumah pasti langsung saya rapikan.

Ternyata, setelah saya memperbaiki cara saya memperlakukan uang, rezeki saya makin membaik. Uang kok sepertinya kerasan ikut saya. Tiap ada kebutuhan kok ya ada saja solusinya. Habis keluar, datang lagi gantinya. Bersyukur banget.

Kok bisa begitu? Mitos ya? Bukaaann, ini fakta

Beberapa waktu kemudian saya mengadakan sharing tentang The Miracle of Vibration (Syukur), diantaranya membahas tentang pentingnya kesadaran dalam beraktivitas, dalam memperlakukan benda, dan lain-lain. Sadar penuh, hadir utuh.

Misalnya, kalau kita sedang makan, maka makanlah dengan penuh kesadaran. Jangan disambi aktivitas lain. Fokus makan. Maka badan akan sehat karena makanan terserap sempurna gizinya. Atau saat kita hadir di sebuah acara, maka hadirlah utuh badan dan pikiran, simak dengan seksama acara tersebut, jangan disambi telponan, apalagi WA-an, maka kita akan mendapat ilmu yang bermanfaat dari acara tersebut.

Terlebih waktu berdoa, lakukan dengan penuh kesadaran setiap gerakannya. Kalau kita benar-benar sadar penuh hadir utuh, maka pikiran kita tidak loncat kemana-mana, fokus pada doa sepanjang sembahyang.

Nah, begitu pula dalam memperlakukan uang. Lakukan dengan penuh kesadaran, bahwa ini uang rezeki dari Tuhan, maka perlakukan dengan baik. Jangan dicuekin, apalagi diremehin. Tata yang rapi, rasakan tiap lembarannya dengan penuuuhh kesyukuran. Yakin dengan ijin Tuhan rejeki kita akan bertambah dan bertambah. Bukankah Tuhan sendiri yang bilang, “Barang siapa yang bersyukur, maka akan Aku tambahkan nikmat-Ku…”

Dan syukur adalah wilayah “rasa”, bukan wilayah lisan.
Lisan mengucapkan, hati merasakan, sikap dan tindakan mengikuti.
Semakin bersyukur vibrasi (getaran) positif menyebar ke seluruh alam sekitar dan dampak positifnya akan memamtul ke diri kita sendiri.

Selamat menata uang yaaa
Semoga rejeki sodaraku semua diluaskan,dilancarkan dan berkah.

Semoga berkah Barokah dan berlimpah rezekinya untuk kita semua aamiin

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!