Laporan : Yusri VE
Banda Aceh – Aceh Monitor com. Upaya meningkatkan kesejahteraan warga Kota Banda Aceh, bagi Syarifah Munira, S. Ag Anggota DPR Kota Banda Aceh bukanlah janji muluk yang digembar-gemborkan saat kampanye, namun menjadi utang yang harus dipenuhi. Anggota legislatif dari Partai Persatuan Pembangunan ini memiliki komitmen kuat membela hak-hak warga.
Komitmennya tidak hanya sebatas berhasil memperjuangkan bantuan bagi warga yang berhak menerima, namun Syarifah Munira merasa memiliki tanggung jawab untuk mengawal dan mengawasi langsung ke lapangan. Sampai dipastikan penerima benar-benar memamfaatkan bantuan pemerintah tersebut dengan baik.
Syarifah Munira tampa sengaja terprogok dengan Media ini saat berada di lokasi usaha penjualan nasi kuning dan lotong Ibu Rianidiningsih di jalan Paro gampoeng Sukaramai Blower Banda Aceh, Kamis, 16/03/2023.
“Saya datang kemari ingin melihat langsung usaha ibu Rianidiningsih ini. Ini bagian tanggung jawab moral saya untuk mengecek langsung ke penerima, apakah bantuan pemerintah yang diterima warga, benar-benar dimamfaatkan?”, ujarnya menjawab cercaan media ini.
Anggota DPRK Banda Aceh wilayah pemilihan kecamatan Baiturrahman dan Lueng Bata ini menambahkan, “Saya berharap, dengan bantuan tersebut, hendaknya dapat menambah penghasilan ekonomi keluarga mereka, apalagi disaat-saat sulit begini”, Imbuh Syarifah.
Ibu Rianidiningsih yang pernah menerima bantuan satu unit steling (jualan nasi) dari pemerintah kota Banda Aceh, saat ini sudah mengunakan steling tersebut untuk usaha. Menurut pengakuaan Riani sudah satu bulan lebih berjualan nasi kuning dan lotong disini. “Alhamdulillah sudah banyak warga yang membeli. Terimaksih kepada pemerintah Kota Banda Aceh dan kepada Ibu Syarifah Munira yang telah memperjuangkan bantuan untuk saya. Usaha jualan ini sudah sangat membantu ekonomi keluarga kami”. Ucap Riani dengan terbata-bata, menahan haru.
Menurut pengakuaan Ibu Riani, dia membuka jualannya mulai pukul 16.00 Wib dan sudah memiliki 3 orang tenaga kerja, serta omset penjualan mencapai Rp. 700 ribu hingga 1.2 juta rupiah perharinya.
Kunjungan Syarifah Munira, S. Ag ke lokasi usaha Ibu Rianidingsih juga turut didampingi oleh Nulaila Ketua Umum KaPPAh Aceh, Kendedes Ketua Balee Inoeng Putroe Phang, Ibu Elysa Putri tokoh perempuaan gampoeng Sukaramai dan warga setempat.
