Redaksi
Banda Aceh – Aceh Monitor com. Info perpanjangan jabatan Pj. Walikota diterima awak media dari Ketua Komisi 1, DPRK Kota Banda Aceh, Ramza Harli. Dia mengaku mendapatkan info tersebut dari orang di Kemendagri.
Ramza menyambut baik dan mengucapkan selamat kepada Bakri Siddiq yang sudah dipercayakan kembali oleh presiden melalui mendagri untuk melanjutkan kembali jabatannya sebagai Pj walikota Banda Aceh.
Hal tersebut disampaikannya setelah mendapatkan berita atas perpanjangan jabatan Pj. Walikota Banda Aceh, malam tadi, Kamis, 6 Juli 2023.
“Fraksi kami ikut mencalonkan kembali Bakri Siddiq, oleh karena itu saya berharap di periode kedua kepemimpinannya sebagai Pj. Walikota Banda Aceh semoga akan lebih baik lagi dalam memperbaiki kembali semua persoalan-persoalan di ibukota provinsi ini terutama menyangkut dengan persoalan penyelesaian hutang”, ungkapnya.

“Di tahun kedua ini, tentunya beliau telah memiliki pengalaman hingga sudah sangat mengerti tentang pengelolaan keuangan di Pemko Banda Aceh”, sambungnya lagi.
Menurut Ramza, kedepan nanti beliau pasti sudah mampu menyusun perencanaan pengelolaan keuangan bersama dengan para kadisnya agar tidak terjadi lagi pengalaman pahit dua tahun belakangan ini yang menghambat semua pembangunan yang telah direncanakan akibat tidak tersedianya anggaran.
Ramza berharap kepada Pj. Walikota agar dapat mengendalikan semua bawahannya agar tidak lagi melakukan penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan peruntukannya, sehingga mengakibatkan terhutangnya pembayaran kepada pihak ketiga, gaji keuchik dan keperluan lainnya yang harus dibayar.
“Oleh karena itu kami berinisiatif untuk membentuk Pansus tentang Pengawasan Pengelolaan Keuangan Daerah yang telah kami putuskan dalam rapat banmus. Tujuannya mengawasi agar penggunaan anggaran sesuai dengan peruntukannya dan semuanya sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam perundang-undangan.

“Sebenarnya banyak daerah lain yang terjadi defisit anggaran yang diakibatkan dari effect Covid 19, namun tidak menimbulkan hutang berturut-turut selama dua tahun”, sambungnya lagi.
“Oleh karena itu, kita berharap agar semua kesalahan yang terjadi selama ini jangan sampai terulang kembali ditahun-tahun selanjutnya, jadikanlah semuanya ini sebagai pengalaman yang sangat berharga, demi kemajuan-kemajuan kita dimasa yang akan datang”‘ harapnya.
Untuk mengatasi persoalan hutang ini, Ramza memberi saran kepada pihak pemerintah kota agar dapat menggali berbagai potensi-potensi PAD dan menjaga segala kemungkinan kebocoran dan manipulasi PAD yang salah satunya dengan penerapan sistem elektronik yang telah banyak dilakukan oleh daerah-daerah lainnya. Kami juga menyarankan agar dapat mengoptimalkan pengelolaan asset-asset daerah agar produktif sehingga mendatangkan PAD yang maksimal.
“Saya sarankan agar Pj walikota tegas terhadap SKPK yang mengelola PAD agar memiliki kreatifitas dan inovasi dalam memaksimalkan potensi-potensi PAD”, ungkapnya.
Lebih lanjut, Ramza memberi saran kepada Pj. Walikota agar membuat perjanjian dengan SKPK penghasil PAD, bila tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan agar diberi punishment berupa pemberhentian dari jabatannya dan bila mampu mencapai target diberikan reward.
“Selain itu juga harus dilakukan evaluasi internal terhadap sinergisitas petugas yang mengelola PAD guna mencegah kebocoran PAD yang disinyalir terjadi dalam pengelolaan PAD selama ini. Persoalan PAD ini harus harus dikelola dengan serius karena bagaimanapun juga pendapatan asli daerah ini sangat dibutuhkan disamping sebagai modal untuk pembangunan daerah dan juga untuk mengatasi defisit anggaran seperti yang kita rasakan saat ini”, jelasnya lagi.
Ramza juga menyarankan agar merasionalisasi kembali anggaran-anggaran yang tidak bermanfaat pada biaya operasional pemerintahan, agar lebih cermat dan teliti dalam menganggarkan belanja pengadaan kebutuhan operasional SKPK sehingga tidak mubazir dan sia-sia.
“Seluruh stake holder di pemko Banda Aceh harus menggunakan anggaran seefisien mungkin, agar defisit anggaran yang kita alami saat ini dapat teratasi semuanya”, tutup ketua DPC Partai Gerindra Kota Banda Aceh ini.
