Redaksi
Aceh Tamiang – Aceh Monitor com. Pascabanjir bandang yang menerjang Kecamatan Babo, Aceh Tamiang, Satgas Percepatan Pembangunan Aceh (PPA) menunjukkan aksi nyata. Tidak hanya datang melihat, Satgas turun langsung bergotong royong bersama warga membersihkan tumpukan sampah dan kayu sisa banjir yang menumpuk di lingkungan permukiman.
Aksi kemanusiaan itu dipimpin langsung Ketua Umum Satgas PPA, *Mustafa Abdullah, SE*, pada Senin (6/10/2026).
Dengan menggunakan alat seadanya, Mustafa bersama tim Satgas dan masyarakat setempat bahu-membahu mengangkat kayu-kayu besar, sampah rumah tangga, dan material lumpur yang terbawa arus banjir beberapa hari lalu.
“Kita hadir bukan hanya untuk melihat kondisi masyarakat, tetapi ikut bekerja dan membantu apa yang bisa kita lakukan. Pascabanjir, kebersihan lingkungan menjadi hal paling penting yang harus segera ditangani agar penyakit tidak muncul dan aktivitas warga bisa normal kembali,” ujar Mustafa Abdullah di sela-sela kegiatan.
Mustafa mengingatkan, aksi bersih-bersih ini adalah gerak cepat yang tidak bisa ditunda Pasalnya, Aceh kini telah memasuki puncak musim hujan.
“Ini gerak cepat Satgas PPA. Mengingat musim hujan Oktober, November, Desember. Kalau tidak kita tangani sekarang, kami yakin banjir akan naik lagi. Semua sampah kayu ini akan kembali terbawa arus masuk ke rumah masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kondisi serupa di Aceh Utara yang hingga kini belum ada penanganan serius terhadap tumpukan kayu sisa banjir.
“Seperti di Aceh Utara pun demikian, belum ada penanganan pembuangan kayu sampah. Mudah-mudahan dengan semangat gotong royong dan kebersamaan ini, kita bisa bebas dari hayutan sampah kayu yang masih menumpuk di kampung-kampung. Saat ini baru memasuki awal Oktober, dua malam hujan saja Babo sudah banjir lagi,” ungkap Mustafa.
“Penanganan pascabencana tidak bisa dilakukan satu pihak saja. Pemerintah, masyarakat, organisasi sosial, semua harus terlibat langsung. Semangat gotong royong harus kita hidupkan. Masyarakat tidak boleh merasa sendirian menghadapi musibah ini,” pungkasnya.
Aksi Satgas PPA di Babo mendapat sambutan hangat warga. Masyarakat berharap kegiatan serupa terus berlanjut dan pemerintah daerah segera menurunkan alat berat untuk membantu mengangkut material kayu besar yang tidak bisa diangkut secara manual.
