Laporan : Ervanda
Banda Aceh – Aceh Monitor com. Bursa calon Walikota Banda Aceh mulai memanas. Nama Ketua DPD Partai NasDem Kota Banda Aceh, *H. Heri Julius*, mencuat dan disebut-sebut warga kota sebagai sosok yang layak memimpin Banda Aceh ke depan.
Isu tersebut bukan sekadar rumor untuk mendongkrak elektabilitas. Heri Julius yang saat ini duduk sebagai anggota DPRA mengaku telah mendengar langsung aspirasi tersebut dari masyarakat.
Menanggapi itu, politisi senior yang sudah *3 periode di legislatif* – dua periode di DPRK Banda Aceh dan kini di DPRA – menyatakan kesiapannya untuk naik kelas ke eksekutif.
“Di legislatif saya sudah 3 periode, dua di DPRK dan sekarang di DPRA. Sekarang umur saya 56 tahun dan Pilkada selanjutnya umur 60-an, jadi umur segitu sudah layak untuk eksekutif. Tapi itu semua tergantung dari partai, kalau diberikan kepercayaan saya siap untuk maju,” tegas Heri Julius di sela-sela peringatan Maulid Nabi SAW Partai NasDem di Kantor DPD NasDem Kota Banda Aceh, Sabtu (10/10/26)
Heri menegaskan, niat membangun Kota Banda Aceh sudah lama ada dalam dirinya sejak masih menjadi anggota DPRK.
“Kalau diamanahkan untuk maju sebagai calon Walikota, dengan senang hati akan maju dan membangun Kota Banda Aceh. Itu cita-cita saya sejak saya di DPRK Banda Aceh dulu,” ujarnya.
“Partai memberikan kepercayaan itu dan masyarakat Kota Banda Aceh juga mempercayai saya untuk memimpin kota, sekali lagi saya tegaskan saya siap untuk maju,” tambahnya.
Ia memaparkan visi besarnya untuk Banda Aceh: kota dengan ekonomi tinggi, makmur warganya, maju pariwisatanya, nyaman ditinggali, dan tetap kokoh dalam bingkai Syariat Islam.
“Jujur niat itu sudah ada dalam diri saya untuk membangun Kota Banda Aceh dan memimpin kota tercinta ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, DPD Partai NasDem Kota Banda Aceh menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW yang diisi tausiah oleh Ustad Zul Arafah , doa bersama, santunan anak yatim, dan silaturahmi kader.
Heri Julius mengatakan, Maulid menjadi momentum memperkuat soliditas partai menatap pesta politik ke depan.
“Tradisi Maulid momentum kita rayakan untuk mempererat silaturahmi, memperkuat sesama pengurus. 200 orang kader kita perkuat ke depan menghadapi pesta politik, kita siapkan struktur dari bawah hingga ke atas,” pungkasnya.
