Sosbud

Wakil Ketua MPR: Dukung Presiden, Jangan Di-“bully” Habis-habisan

JAKARTA, Aceh Monitor.com— Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengatakan, Presiden Joko Widodo perlu didukung dalam upayanya memperbaiki kondisi perekonomian saat ini.

“Belum bergerak banyak, Presiden sudah di-bully habis-habisan. Jangan digangguin dulu, biarkan Presiden melakukan upaya-upayanya. Kita, rakyat, harus memperkuat Presiden kita dengan dukungan penuh,” kata Mahyudin dalam rilis Humas MPR RI yang diterima di Jakarta, Senin (28/9/2015), seperti dikutip Antara.

Menurut Mahyudin, bila Presiden Jokowi terus diganggu, maka hal tersebut berpotensi membingungkan beliau serta bisa membuat negara menjadi tidak kuat.

Politisi Partai Golkar itu juga tidak habis pikir dengan berbagai gangguan yang dilakukan pihak-pihak tertentu kepada Presiden. Padahal, kepala negara dan tim ekonominya juga sedang berupaya keras dalam mengatasinya.

Mahyudin memberi contoh dengan melihat rakyat Singapura yang mendukung penuh rezim pemerintahan saat ini yang terlihat otoriter dengan berbagai peraturan dan sanksi yang sangat banyak serta ketat.

“Walau begitu, rakyat mendukung pemerintah untuk terus mengantarkan rakyat Singapura sejahtera,” katanya.

Dia mengakui bahwa lemahnya nilai tukar mata uang Indonesia terhadap dollar Amerika Serikat tidak bisa dimungkiri. Tim ekonomi Presiden juga harus betul-betul mempelajari dan memiliki penciuman yang kuat tentang penyebab menguatnya dollar AS terhadap rupiah. (Baca: Mencoba Bangkit, Rupiah Pagi Menguat)

“Pelajari juga dengan baik paket-paket perekonomian Presiden,” katanya.

Mahyudin juga berpendapat bahwa faktor pelemahan rupiah yang tidak bisa dibendung disebabkan oleh keluarnya dana asing dari Indonesia. Padahal, 60-70 persen dana investasi yang ditanamkan di Indonesia adalah dana asing.

Presiden, dia melanjutkan, harus melakukan langkah strategis jangka pendek dan panjang. Dalam jangka pendek, Presiden harus berupaya mengembalikan dana asing masuk ke Indonesia. Adapun langkah strategis jangka panjang yang dimaksud berupa realisasi paket-paket perekonomian Presiden.

“Namun, kalau rupiah sampai melemah terus, tim ekonomi Presiden harus dievaluasi,” kata Mahyudin. (KOMPAS.com) 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!