Aceh Documentary Supervisi Tiga Film Pelajar Aceh

Banda Aceh – Aceh Monitor Com. Aceh Documentary menyelenggarakan program Aceh Documentary Junior (ADJ) 2018 sebagai sebuah ajang kompetisi, edukasi dan eksebisi Film Dokumentar bagi pelajar.

“Tahun ini mengangkat tema “EkspresiZ” ingin mengajak kawan-kawan pelajar terutama Generasi Zaman Now agar memanfaatkan internet kedalam hal positif agar tidak terjebak dalam hal negatif ” jelas Direktur Aceh Dokumentary Faisal Ilyas. Dalam siaran pers yang di terima redaksi Aceh Monitor Com . Sabtu 31/03/18.

Ia mengatakan , Ruang ekspresi generasiZ harus bisa terjawab melalui medium film dokumenter, sebuah medium audio visual yang sangat digandrungi oleh semua elemen masyarakat saat ini.

Guna menumpahkan kegelisahan pelajar dalam melihat realitas zaman hari ini ke dalam bentuk karya film dokumenter.

” EkspresiZ sendiri kami artikan sebagai sebuah Ekpresi sebuah proses pengungkapan perasaan, gagasan atas sebuah fakta dan realita yang tampak dalam dunia pendidikan, sosial, budaya, lingkungan, dan kesehatan ” sebut Faisal Ilyas.

Lewat pandangan kaca mata pelajar yang kami kelompokkan dalam Generasi Zaman Z. Nantinya diharapkan akan menghasilkan film-film dokumenter yang mampu mengambarkan kegelisahan para pelajar hari ini dengan kerya mereka yang inspiratif, edukatif dan mampu mengubah perspektif. Sehingga para pelajar Aceh hari ini sebagai Genarasi Zaman Z, juga punya kesempatan berkonstribusi positif melalui karya mereka untuk Nanggroe Aceh Tercinta , katanya.

Rangkaian program ADJ ialah , sosialiasi tema ide cerita, selesi 10 tim terbaik, basic training, present forum, in house training, produksi dan paska produksi hingga pemutaran

Ide cerita yang akan di produksi film adalah :
1. Film Dokumenter Out of the Box | Sutradara Fauzan Syam Adiya & Naira Capah | SMAN 1 Simpang Kiri Subulussalam
Film ini bercerita tentang kehidupan Salman sebagai seorang penari dari satu satu nya sanggar tari khas daerah yang masih aktif Dengan fasilitas yang seadanya dan sudah turun menurun mereka tetap semangat untuk belajar dan melestarikan tarian khas Subulussalam Jika ada yang mengundang mereka untuk tampil mengisi acara seperti pesta pernikahan, sunatan dan lain-lain disinilah peluang salman bersama group andelas untuk mempublikasikan tarian khas derah.

2. Film Dokumenter Nasib Miris Gasing Gayo | Julpan Hasbi Putra & Panji Ridho Setiawan | SMKN 3 Takengon
Film ini menceritakan tentang permainan tradisonal yang hampir menghilang karena anak anak sekarang lebih memilih bermain smartphone dari pada permainan tradisional. Mahdi seorang pelajar ingin melestarikan kebudayaan permainan tradisional dan mengembangkan kembali permainan gasing.

3. Film Dokumentet Kuningku Tidaklah Kuno | Muthiatun Nisa & M.Iqbal Faruqi | SMA 1 Ingin Jaya Aceh Besar
Film ini menceritakan tentang seorang santri dayah Miftahul Aman bernama Iqbal, yang masih mempertahankan kitab kuning dalam kesehariannya, dengan mempelajari, menghafal dan mengulang isi dari kitab kuning ini. Dalam mempelajari kitab ini, beliau dibimbing langsung oleh teungku sehingga keraguan-keraguan dalam menelaah isi dari kitab kuning dapat terhindari. (Rel)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!