Laporan : Wiwin Trianasanti
Sabang – Aceh Monitor com. Usai pelaksanaan Muscab ke-IX DPC PPP Sabang yang terselenggara 10 Maret 2022 lalu dengan lancar, Devan usulkan strategi tingkatkan elektabilitas PPP Sabang, menurutnya beberapa poin harus menjadi dasar keputusan Formatur yang baru terbentuk usai Muscab, Rabu (30/3/2022).
Terkait adanya usulan kandidat dari unsur perempuan di partai berlambang kakbah tersebut, ia menyuarakan pandangan penolakan, menurut Devan, sikap formatur seharusnya menolak, apalagi keadaan tidak mencukupi syarat bagi sosok perempuan untuk memimpin DPC PPP Sabang, belum urgen, katanya.
Selain itu, ia juga mendorong penguatan internal partai menjadi fokus demi menjaga poros silaturrahmi dan konsolidasi para pengurus, sebabnya mengapa hal tersebut penting adalah menghindari kejadian 2019 yang lalu ketika PPP hampir tidak dapat mengikuti pemilu.
“Mengutip arahan Ketua Umum DPP PPP, Dr. Ir. H. Suharso Mondarfa yang mengatakan, partai ini wajib merawat persatuan dengan pembangunan, sebab itu, apapun strategi demi mencapainya, diperlukan tindakan yang reseptif dan normatif sesuai garis ideologi partai,” lanjutnya sebagaimana dikutip dari rilis media.
PPP telah melakukan Muscab ke IX pada tanggal 10 Maret 2022 di Aula DPC PPP Sabang dan menghasilkan 3 Formatur Terpilih, diantaranya 1 dari unsur DPC Irawani dua dari unsur PAC Iwan Kusuma dan Daud.
“Setelah adanya formatur terpilih saya mengingatkan untuk tidak memilih calon pemimpin yang dapat mempengaruhi perolehan suara pada pemilu ke depan, jangan sampai elektabilitas PPP terkuras jika salah melangkah,” paparnya.
Ia menghawatirkan jika sampai dilantik pemimpin partai tersebut seorang perempuan maka akan terjadi gejolak besar pada PPP, dan pengunduran diri semua pengurus sesuai tingkatannya.
Selain itu menzalimi partai yang dimaksud Devan adalah menyebrang kepengurusan yang tidak diakui KEMENKUM HAM.
Devan berharap Tim Formatur dalam pengusulan Calon PPP Sabang sejalan dengan perjuangan Ketua Umum dan sesuai dengan slogan “Merawat Persatuan dengan Pembangunan”.
“Saya berharap Tim Formatur untuk memilih Calon Ketua yang setia, berkompeten dan tidak pernah menzalimi partai,” tutupnya.
