Banda Aceh – Aceh Monitor Com. Walaupun persoalan sampah di kota Banda Aceh tidak pernah habis – habisnya. Namun dinas DLHK3 harus selalu siap menanganinya. Hal ini dikatakan Wakil ketua komisi D Ramza Harli kepada Aceh Monitor Com.Sabtu 20/05/18.
“Saya sangat memaklumi bagaimana pengabdian dan perjuangan pasukan orange yang tidak pernah henti- hentinya menangani sampah kota , dengan berbagai keterbatasan sarana dan tenaga yang tersedia” sebut Ramza.
Politisi Partai Gerindra ini mengatakan , jangan lambat dalam menangani persoalan sampah di setiap gampong – gampong. Bagaimanapun juga dinas telah mengutip retribusi sampah kepada masyarakat.
“Oleh karena itu pelayanan harus terus ditingkatkan agar masyarakat tidak kecewa saat membayar retribusi, karena prinsipnya pemerintah wajib memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat , baru kemudian mengutip retribusi ” jelas Ramza Harli.
“Contoh persoalan yang nyata di Gampong Punge Blang Cut, sudah jelas jumlah penduduk Gampong Punge Blang Cut sangat besar dan terbanyak di Kecamatan Jaya baru tapi tidak ada satupun bak sampah komunal yang ditempatkan ditempat tersebut “ujarnya.
Menurut Ramza , sebahagian warga kebingungan untuk membuang sampahnya, “Coba liat di jalan Utama, sampah berserakan di jalanan, sungguh sangat disayangkan kota Banda Aceh yg selalu menerima adipura, tapi persoalan seperti itu tidak segera diatasi ” ungkap Ramza.
Oleh karena tu saya berharap Dinas DLHK3 agar segera berkoordinasi dengan pihak aparat gampong/keuchik untuk mencari solusi agar dapat mencari tempat yang sesuai untuk menempatkan bak komunal di Gampong Punge Blang Cut.
“Masyarakat selalu mengeluhkan persoalan sampah , dimana mereka sangat kecewa bila pelayanan kurang maksimal namun retribusi setiap bulannya selalu dikutip ” tambahnya.
“Persoalan sampah jangan dianggap sepele karena sampah dapat menyebarkan berbagai penyakit , dan juga sangat mengganggu warga karena baunya , oleh karena itu harus ditangani dengan serius agar Banda Aceh terlihat bersih dan sehat dan benar – benar menjadi kota yang gemilang ” tutupnya .(Rel)

