Bireuen – Aceh Monitor Com. Pemandangan tak biasa terlihat di salah satu ruangan Lembaga permasyarakatan Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II C Cabang Bireuen, tampak beberapa orang berpakaian rapi dengan suasana serius, sedang beraktifitas dalam ruangan itu, mereka bukanlah , pengacara, kuasa hukum atau unsur lain yang biasanya sering berhadapan dengan narapidana pada umumnya. Akan tetapi mereka adalah akademisi yang terdiri dari para dosen pembimbing dan penguji yang melakukan proses bimbingan seminar / tugas akhir kepada salah satu warga binaan Lapas, Bireuen, Selasa. (8/5/2018).
Dekan Fakultas Teknik Universitas Almuslim Ir. Iskandar Azis MT yang di didampingi Wakil Dekan I Mahdi ST, MT dan Wakil Dekan III Bidang kemahasiswaan. kepada Aceh Monitor .Com disela – sela kegiatan seminar berlangsung menjelaskan Salah satu kewajiban mahasiswa untuk menyelesaikan studi di perguruan tinggi adalah dengan menyusun tugas akhir. Sering kali, penyusunan tugas akhir menjadi masalah yang besar bagi mahasiswa dalam menyelesaikan studi.
“Banyak hal yang menyebabkan itu terjadi. Salah satunya adalah seperti yang terjadi pada salah satu mahasiswa kita saat ini, namun Setiap orang memiliki hak untuk berubah dan memperjuangkan kehidupan yang lebih layak terlepas dari masa lalu mereka. Dan pendidikan terbukti jadi kunci perubahan terbesar dalam hidup ” sebut Ir. Iskandar Azis MT.
“Maka oleh karena, Fakultas Teknik sebagai dalam wujud kepedulian memberikan kemudahan terhadap mahasiswa tersebut dan itu semua tak lepas juga penilaian dari dari adanya motivasi yang tinggi dalam dirinya untuk menyelesaikan tugas akhir dimana dan kapanpun itu” lanjutnya.
“jadi tidak ada alasan bagi mahasiswa/i untuk tidak menyelesaikan skripsi atau tugas akhirnya “pungkasnya.
Selanjutnya Ir. Iskandar Azis MT mengucapkan terimakasih kepada pihak lapas Bireuen yang telah bersedia memberikan izin dan tempat dalam segala proses kegiatan seminar.
Pada kesempatan itu, Sofyan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II C Cabang Bireuen melalui Kepala Sub Seksi (kasubsi) Bidang Pelayanan Tahanan Fauzi menyampaikan ini merupakan yang perdana dilaksanakan bentuk kegiatan di bidang edukasi pendidikan tinggat perguruan tinggi di lokasi Lapas Bireuen, sesuai dengan prosedur dan sistem yang berlaku pihak Lapas tidak merasa keberatan dalam memberikan izin atas kegiatan tersebut.
“Pihak Fakultas Teknik Almuslim Bireuen telah berkordinasi sebelumnya, dan kita harapkan dapat terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara lembaga penyelenggara pendidikan dengan Lembaga Permasyarakatan dalam upaya perkembangan edukasi bagi warga binaan di Rutan Bireuen ”jelasnya
Sementara Syamsul Wartawan Senior yang juga salah satu pemerhati Sosial, Budaya dan pendidikan pendidikan menyikapi hal ini, adalah sesuatu tidakan yang patut diapresiasikan dari kedua lembaga tersebut pastinya akan berdampak positif pada keadaan sosial dilingkungan masyarakat.
“Ini mengigatkan kita dengan sebuah aturan yang diterapkan Negara bagian New York yaitu Prison-to-College Pipeline dimana Program tersebut bertujuan agar para mantan narapidana dapat melanjutkan pendidikannya setelah lepas maupun sedang berada di penjara, Program tersebut diberi nama Second Cell Pilot Program.
“Dimana Sekitar 12.000 tahanan mengikuti kelas dari 67 perguruan tinggi dan universitas yang bekerja sama dengan program tersebut, Dan program pendidikan untuk para tahanan ini berhasil mampu mengubah hidup orang-orang yang pernah tinggal di penjara”tutupnya. (duta )
