Laporan : Yusri VE
Banda Aceh – Aceh Monitor com. Kontestasi politik 2024 hanya menunggu waktu, bagi kaum perempuan harus didukung, tidak hanya dapat memenuhi kuota, namun dapat terpilih sesuai dengan kuota 30 persen keterwakilan perempuan pada pemilu legislatif nanti.
Komunitas Perempuan Peduli Aceh atau Kappah Aceh, memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong kaum perempauan Aceh untuk maju berkompetisi merebut kursi parlemen, baik tingkat nasional, daerah dan kabupaten kota.
Menurut Cut Farah Nazla Wakil Ketua KAPPAH Aceh yang diminta tanggapannya terhadap sikap KaPPAh Aceh dalam menghadapi pemilu 2024. Kepada media ini aktifis perempuan Aceh ini mengatakan, “KaPPAh Aceh memiliki tanggung jawab moral dalam mendukung dan mendorong lebih banyak lagi keterlibatan wakil kaum perempuan Aceh di parlemen. Kami yakin hanya perempuan yang bisa menyampaikan aspirasinya dan merumuskan kebijakan yang berpihak kepada perempuan”, ujar ibu 3 anak ini dengan mimik serius. Rabu 11/01/23.
“Kami menyadari saat ini keterwakilan perempuan dalam kancah politik terus meningkat, namun kuota 30 persen belum maksimal tercapai. Oleh karena itu tambah aktifis perempuan Aceh ini. diperlukan dorongan dan dukungan sesama perempuan untuk tercapainnya kuota tersebut”, tutur anak almarhum H, Helmi Mahera Almujhid, mantan anggota DPD-RI Priode 2004-2009 ini penuh semangat.
Upaya dan kerja keras para aktifis perempuan yang tergabung dalam wadah Komunitas Perempuan Peduli Aceh patut diapresiasikan, namun harus disadari itu tidak akan efektif jika pengetahuan, pemahaman dan keterampilan politik serta kesetaraan gender perempuan masih minim.
