Tapaktuan – Aceh Monitor.Com. Memasuki tahapan pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Aceh Selatan periode 2018 – 2023. Sebanyak 7 paslon bupati dan wakil bupati aceh selatan beberapa waktu lalu menjalani tes kesehatan yang diselenggarakan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten setempat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), Banda Aceh.
Bakal calon bupati aceh selatan H.Mirwan MS, SE, mengatakan “Alhamdulillah dirinya telah lulus uji kesehatan ” ujarnya.Jumat 19/01/18.
Dia menilai, tes kesehatan tersebut sudah sesuai dengan amanat undang-undang bahwa calon pimpinan daerah itu harus sehat, baik secara zahir maupun bathin.
Menurutnya, jika calon pimpinan daerah buruk kondisi kesehatannya maka yang dirugikan adalah rakyat, ” sebab pimpinan daerah itu pelayan rakyat, dia harus mampu melayani rakyat secara optimal dalam kehidupan sehari-hari. “Tegas dia.
“Itu artinya , semuanya yang ikut tes adalah orang-orang yang sehat,” kata H Mirwan
Beliau menjelaskan, Tes kesehatan para calon kandidat Pilkada serentak 2018 meliputi tes narkoba (urine), tes kesehatan jasmani, tes kejiwaan, tes IQ, tes wawancara, tes urine diabetes, jantung hingga tes psikotes.
Lebih lanjut H. Mirwan mengaku di tengah situasi Pilkada dengan kegiatan yang begitu padat seperti silaturrahmi dan sosialisasi setiap hari ke gampong dan pelosok gampong dengan ratusan bahkan ribuan masyarakat membuat dirinya makan tidak teratur dan kurang olah raga.
“Saat dites, ya sempat khawatir kondisi kita menurun,hal ini kan manusiawi, beda kalau biasanya tidak ada kesibukan dan pola makan kita alhamdulillah teratur” jelasnya.
Saat ditanyai tentang planning ke depan, H mirwan mengatakan akan fokus untuk penguatan Tim pemenangan dan relawan baik di n sampai ke gampong, melakukan konsolidasi dan koordinasi secara keberlanjutan.
“Dalam waktu dekat kita akan melakukan deklarasi akbar, kami yakin yang hadir melebihi yang sudah sudah, Insya Allah. Kita optimis, sebab semua Tim pemenangan dan relawan kita adalah orang -orang terbaik, bertanggungjawab dan amanah untuk menjalankan titah politik di segala sektoral.”terangnya.
“Pembangunan yang sudah ada harus di tingkatkan, pembangunan fisik tidak hanya semata memperindah pemandangan kota, tetapi lebih dari itu. pembangunan fisik harus dapat terintegrasi pada sektor ekonomi kreatif dan berkolaborasi dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat secara universal tanpa adanya diskriminasi kolektif. Bangunan fisik semakin indah , rakyat pun merasa sejahtera”. “katanya.
Begitu juga halnya kesehatan dan pendidikan, adalah dua variabel yang menjadi indikator keberhasilan kabupaten, jika pelayanan kesehatan tidak meningkat, pendidikan terus merosot maka secara otomotis yang perlu diperbaiki ke depan adalah SDM, Jika Allah mengizinkan saya menjadi bupati terpilih, hal yang menjadi target adalah meningkatkan SDM subjek kesehatan dan pendidikan secara spesifik.
Kita akan rangkul putra -putri terbaik dan berkarya untuk memberikan kontribusi pemikiran dalam membangun Aceh Selatan sejahtera. “tutupnya. (FJR).

