Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menggelar muzakarah keagamaan majelis permusyawaratan ulama Aceh Tahun 2015 yang berlangsung selama 2 (Dua) hari, mulai dari tanggal 26 hingga 27 oktober besok, di aula serbaguna Tgk.H. Abdullah Ujong Rimba kompleks MPU Aceh, jalan Soekarno Hatta, Desa Darul kamal, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Senin (26/10/15).
Ketua panitia Saifuddin, SE, MM Dalam Press releasenya mengatakan, tujuan dari pelaksanaan kegiatan muzakarah keagamaan majelis pemusyawaratan ulama aceh, bertujuan untuk memberikan pemahaman yang luas kepada masyarakat aceh terhadap adanya perbedaan pendapat para ulama mazhab, seperti masalah azan Dua kali pada saat shalat Jum’at, khatib memegang tongkat, serta menciptakan kondisi damai dan sejuk dalam aktifitas beribadah di aceh dengan menunjukan sikap saling hormat-menghormati dan saling menghargai dalam kehidupan beragama.
Lanjutnya, Adapun hasil yang diharapkan nantinya, terbukanya dalil yang kuat (rajih) yang menjadi dasar praktik ibadah di aceh seperti azan dua kali saat ibadah Jum’at, khatib memegang tongkat, khutbah ulang dan lain-lain.
Masih menurut Saifuddin, pemateri pada muzakarah tersebut, membahas tentang perbedaan pendapat dikalangan ulama mazhab Fiqh.oleh dua orang narasumber yaitu Tgk.H.M Daud Zamzamy dan Prof.Dr.Tgk.H. Muslim ibrahim, MA. Sedangkan DR.H.Rusli Hasbih,MA memberi materi tentang perbedaan dalam bingkai persatuan dan materi tentang azan Jum’at dua kali menurut pandangan empat mazhab, disampaikan Dr.Ajidar Matsyah,Lc,MA bersama Tgk.H.Muhammad Amin Mahmud (TU Min), selanjutnya Tgk.H.Hasanoel Basri HG (waled Hasanul) dan Prof.Dr. Alyasa Abubakar, MA memberi materi tentang khatib memegang tongkat ketika berkhutbah Jum’at dan terahir tentang muwalat dalam khutbah Jum’at disampaikan Drs.H.M Jamil ibrahim, SH,MH bersama Tgk.Marhaban (Waled Marhaban).
Peserta yang mengikuti muzakarah tersebut berjumlah 150 (seratus lima puluh) orang dari unsur MPU, Ormas islam, cendikiawan muslim, dan tokoh masyarakat serta tokoh adat.
Semoga dalam pelaksanaan kegiatan muzakarah ini dapat berjalan dengan aman dan tertib” harap Saifuddin kepada para peserta. (Hen)
