Laporan : Ervanda
Banda Aceh – Aceh Monitor com. Dampak pandemi di seluruh dunia dan berimbas ke Indonesia , khususnya di provinsi Aceh membuat daerah menjadi defisit anggaran. Hal tesebut dikatakan anggota DPRK Banda Aceh , Sofyan Helmi SE.Minggu 20/03/22.
Politisi partai PAN ini menyebutkan defisit anggaran ini bukan hanya terjadi di kota Banda Aceh ,tapi juga terjadi di daerah lain , hal ini membuat terjadinya penundaan pembayaran dan itu akan terbayar pada tahun ini
“Untuk pembayaran tersebut ada mekanisme dan proses , terutama penyusunan DPPA yang harus dirampungkan dalam waktu dekat ini secara bertahap “sebut Sofyan Helmi.
Ia menanbahkan jika Banda Aceh dinyatakan bangkrut itu tidak tepat , karena dampak pandemi yang berujung kepada pendapatan PAD semua kabupaten/ kota membuat anggaran menjadi defisit.
Selain itu kata politisi partai PAN ini selama ini hubungan antara Eksekutif dan Legislatif masih berjalan dan fungsi Legislatif masih melakukan fungsinya kepada masing – masing mitra kerja.
” Kita terus melakukan pengawasan , penyusunan anggaran dan kontrol nya kepada semua mitra kerja nya dan mudah mudahan pandemi berakhir semua permasalahan ini berjalan seperti sedia kala”, ungkapnya.
“Jadi sekali lagi Banda Aceh tidak sedang mengalami bangkrut namun menjadi defisit anggaran akibat pendapatan asli daerah tidak sesuai target dan itu harus di pahami dan kita semua harus berpikiran cerdas serta saling memberikan masukan yang positif bukan mengkritisi tanpa memberikan solusi,” ujarnya.
“Sekali lagi dibawah pimpinan Aminullah Usman dan Zainal Arifin tidak perlu diragukan lagi , apalagi Aminullah Usman yang notabene seorang pakar ekonomi , apalagi beliau seorang walikota yang penuh inovatif dan bahkan cocok dicalonkan menjadi Gubernur Aceh ke depannya ,” tutupnya.
