Bireuen – Aceh Monitor Com (AMC). Tari ratoh bruek merupakan tarian seni atau budaya dari masyarakat Aceh sejak zaman dahulu, di Kabupaten Bireuen tepatnya di Kecamatan Juli, dulunya ada seorang seniman dan juga tabib pencipta syair-syair tarian ratoh bruek ini bernama Teungku Tahe beliau merupakan pengiat, pelaku tari ini.
Hal tersebut diungkapkan Doli Mardian SE, MSM Camat Juli, Kepada Aceh Monitor.Com, saat menyaksikan performance tari broek yang merupakan salah satu perwakilan dari Kecamatan Juli pada Festival Parade Kesenian dan budaya yang berlangsung dihalaman Pendopo Bupati Bireuen, Minggu 4/11/2018 .Sore.
Pasa kesempatan itu, Doly Mardian menjelaskan Pemerintahan Kecamatan Juli bersama unsur muspika Juli terus mengupayakan untuk melestarikan jenis kesenian khas wilayahnya itu agar bisa dikenal oleh masyarakat global.
“Karena saat konflik mendera Aceh, kesenian sangat jarang dipraktekkan sehingga bisa jadi budaya ini akan hilang jika tidak di bangkitkan lagi, dan mudah mudahan melalui festival kesenian ini menjadi wadah yang mampu membangkitkan semangat dari pelaku dan penggiat seni khususnya tari broek dan seni lainnya di Kecamatan Juli”pungkasnya
Selanjutnya, Doly Mardian juga mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi DKA Bireuen yang telah menggelar Festival Parade Kesenian dan budaya di Kabupaten Bireuen.
“Kita sangat mendukung kegiatan DKA Bireuen dalam wujud kepedulian terhadap seni Budaya dan khususnya terima kasih kepada sanggar Jeumpa kebiru yang diketuai T. Abdul Malik Budiman, dan para murid MTS Juli Me Kecamatan Juli yang sangat bersemangat dan antusias ikut serta memeriahkan acara festival ini “tuturnya
Dan dirinya berharap apa yang di tampilkan dari sanggar Jeumpa kebiru dari Kecamatan Juli dapat Memukau para penonton dan dinilai Plus para dewan Juri.
” Mohon dukungan dan doa dari segenap masyarakat dengan harapan perwakilan dari Kecamatan Juli bisa menjadi Juara pada event ini”tutupnya (duta).
