Laporan : Yusri VE
Banda Aceh – Aceh Monitor com. Viralnya video Tik Tok Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR-RI dengan Dirut. Pertamina (Persero) yang beredar di medsos beberapa waktu lalu, khususnya dikalangan pengguna WhatsAPP di Aceh.
Hal ini ditanggapi serius oleh Cut Farah Nazla Al Mujahid. Dalam video tersebut Rafli Kande sebagai anggota DPR-RI Komisi V mengulas lengkap sejarah cikal bakal lahirnya BUMN Pertamina (Persero).
Menurut Rafli Kande, Pada tahun 1947 atau 1948 Belanda ingin mengambil alih kembali kilang minyak yang tersebar di Aceh Timur dan Pangkalan Brandan (wilayah Sumatra Utara), namun dipertahankan oleh beberapa tokoh Aceh dibawah kepemimpinan Alm,Tgk. Amir Husein Al Mujahid yang kemudian Belanda menyerahkan pengelolaan kilang-kilang minyak tersebut dikelola oleh Aceh”, ujar Rafli yang juga seniman Aceh ini.
Seiring perjalanan waktu, tambah Rafli, “Alm. Tgk. Amir Husein Al Mujahid dipercayakan sebagai pimpinan Tambang Minyak Sumatera Utara Aceh. Berawal dari sinilah cikal bakal berdirinya perusahaan BUMN Pertamina”, tandas Rafli serius.
Menanggapi video viral tersebut, salah seorang cucu Tgk. Amir Husein Al Mujahid, Cut Farah Nazla Al Mujahid, kepada media ini mengungkapkan. Apa yang disampaikan Bang Rafli Kande merupakan bukti sejarah perjuangan tokoh Aceh masa lalu”, ujar Putri Alm. H. Helmi Mahera Al Mujahid.

Cut Farah Nazla Al Mujahid, mengakui aset almarhuh Tgk. Amir Husein Al Mujahid yang digugat keluarga belum ada penyelesaiannya dari pihak perusahan tersebut.
“Benar, seperti yang disampaikan oleh Bang Rafli Kande, hingga saat ini gugatan menyangkut aset almarhum yang dipakai perusahaan BUMN tersebut belum ada penyelsaiannya, tentu saya sebagai bagian dari ahli waris berharap kepada Pertamina (Persero) hendaknya segera menuntaskan masalah aset tersebut”, harap Cut Farah yang akrab disapa dengan Onyak menutup perbincanganya.
