Banda Aceh – Aceh Monitor Com (AMC) Finalis atas nama Fahmi dari Bandung Jawa Barat meraih juara 1 dalam Sayembara Desain Arsitektur Tugu Simpang Lima Takengon (Aceh Tengah) yang di gelar Ikatan Arsitek Indonesia (IAI Aceh) dengan Pemkab Aceh Tengah malam tadi , kamis 17/12/18. Di Sultan Selim Banda Aceh.
Lima juri yang terdiri dari Budi Pradono ,Teuku Ivan , Masdar Djamaluddin , Muklis Gayo dan Subandhy. Memberikan nilai terbaik bagi Fahmi.
Sedangkan untuk juara 2 diraih Bagus dari Jokyakarta dan untuk juara 3 diraih Mutia juga dari Jokyakarta. Sementara dari Aceh atas nama Riza Aulia , Teuku M Hasriza dan Ria Purnama meraih Finalis ke 8.

Kepala dinas PUPR Aceh Tengah , Subandhy kepada Aceh Monitor Com mengatakan , hasil desain tugu simpang lima melebihi apa yang dirinya harapkan.
“Desain yang ditampilkan sangat luar biasa sekali , banyak menampilkan hal – hal yang modern serta tidak melupakan budaya ” jelas Subandhy.
Subandhy menyebutkan , hasil desain ini secara garis besar tidak dilakukan perubahan , akan tetapi ada beberapa hal yang akan kita sesuaikan di kota Takengon nanti.
Sementara itu , juri nasional sayembara Budi Pradono menjelaskan , 10 finalis ini menampilkan konsep yang memadai untuk Pemkab Aceh Tengah. Ini paradigma baru setiap kota itu harus dikompetisikan dengan baik.
“Supaya ini menjadi pembelajaran bagi kabupaten / kota dan tergugah pada konsep – konsep baru yang di desain 10 finalis ini ” kata Budi Pradono.
“Ini sangat penting sekali dilakukan , untuk memajukan daerah – daerah dengan bekerja sama dengan IAI ” sebut Budi Pradono.
Ia juga mengapresiasi apa yang dilakukan pemkab Aceh Tengah , dengan melakukan sayembara ini.

“Takengon yang kota kecil bisa setara dengan kota lainya di dunia , biasanya hanya didominasi kota – kota besar , tapi ini sungguh luar biasa bagi kota Takengon ” ujarnya.
Budi Pradono juga memuji 10 finalis yang mengikuti sayembara ini ” Ini kelas dunia yang mereka tampilkan dengan konsep super model.
“Kompetisi seperti ini harus diterapkan bagi sejumlah daerah , agar berlomba – lomba membangun kotanya yang lebih baik bagi masyarakat ” tutupnya. (ADV)
