Banda Aceh – Aceh Monitor Com (AMC). Kapolda Aceh Irjen. Pol Rio Septianda Djambak yang diwakilkan Wakapolda Aceh. Brigjen Pol Suprianto Tarah mengukuhkan DPD Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI Aceh) untuk priode 2019 – 2024.Kamis 17/01/19. Di Sultan Selim II Banda Aceh.
Wakapolda Aceh , Brigjen . Pol Suprianto Tarah menyambut baik adanya DPD APSI Aceh , “Dengan hadirnya APSI Aceh , satpam atau security di Aceh bisa tertata lebih baik ” jelas wakapolda
Wakapolda Brigjen. Pol Suprianto Tarah menambahkan , peraturan Kapolri tahun 2007 no 24 belum bisa berjalan dengan baik di Aceh.
“Dengan kehadiran APSI Aceh , kita berharap peraturan tersebut bisa dijalankan dengan semestinya ” ujar Wakapolda Aceh Brigjen. Pol Suprianto Tarah.

Sementara itu , ketua DPP APSI pusat Azis Said , terkait pelatihan satpam yang dianggap terlalu lama ia menjelaskan , pelatihan satpam memakan waktu 1 bulan.
“Efeknya adanya ijazah palsu dan juga satpam asli tapi palsu alias ilegal “ungkap ketua DPP APSI Azis Said.
Azis Said sangat berharap , agar pendidikan satpam bisa di kaji ulang daripada dilanggar semuanya lebih baik diperbaiki.Kata Azis Said.
Ditempat yang sama . Ketua DPD Asosiasi Profesi Satpam Indonesia Aceh (APSI) Zuhaimi Agam Rayeuk mengatakan , dengan hadirnya asosiasi ini di Aceh , satpam tidak lagi dianggap sebagai buruh melainkan sebagai profesi.
Ia menjelaskan , APSI Aceh nantinya akan berkordinasi dengan pihak Polda Aceh , untuk memberikan pelatihan dan pendidikan bagi satpam yang berkualitas.
“Sehingga satpam yang berkualitas dan berintegritas dapat terwujud dan kita banggakan” sebut Zuhaimi Agam Rayeuk.
Menjawab pertanyaan Aceh Monitor terkait minim nya satpam wanita di Aceh , Zuhaimi Agam Rayeuk menyebutkan , satpam wanita masih kurang di Aceh , padahal pihak perbankan sangat membutuhkan satpam wanita.
“Ada permintaan tersebut untuk satpam wanita dan kita berharap adik – adik kita yang wanita berpostur seperti polwan dan mau untuk di didik menjadi satpam ” kata Zuhaimi Agam Rayeuk. (T.is)
