Bireuen – Aceh Monitor Com (AMC). Kecanduan atau ketagihan adalah saat tubuh atau pikiran kita dengan kondisi menginginkan atau memerlukan sesuatu agar bekerja dengan baik.
Kita disebut pecandu bila kita memiliki ketergantungan fisik dan ketergantungan psikologis terhadap sesuatu.Bisa dikatakan seperti yang dilakukan anggota Komunitas Kami Peduli Bireuen (KPB) yang terus menerus kecanduan untuk berbuat kebaikan bagi segenap masyarakat yang membutuhkan, dimana untuk kesekian kalinya KPB kembali melakukan serah terima berupa satu unit rumah kepada Mulyadi, warga Mon Mane, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Selasa (29/1/2019).
Serah terima rumah yang dibangun komunitas tersebut dilakukan oleh perwakilan salah seorang donatur KPB, H Mukhlis A.Md didampingi Kasat Reskrim Polres Bireuen, Iptu Rendi Eko Oktama SH, Koordinator KPB, Deni Putra, Ketua KNPI Bireuen Asnawi, S.Sos, Ketua MRI-ACT, Hidayatullah serta imum Gampong Mon Mane,
Suasana haru menyelimuti saat koordinator KPB, Deni Putra, SE, MM memeluk Mulyadi sebagai tanda resmi rumah tersebut selesai dibangun dan diserahkan kepada pemiliknya.
Deni Putra dalam laporannya menceritakan awal dari Komunitas Kami Peduli Bireuen terbentuk pada 1 Januari 2019, dimana saat itu pihaknya menyerahkan bantuan sembako untuk 10 warga miskin di sejumlah kecamatan.
“Mulyadi salah satu penerima sembako saat itu, melihat kondisi rumahnya yang tak layak huni, pihaknya kemudian berinisiatif mengumpulkan dana untuk membangun rumah layak untuk Mulyadi berbentuk rumah panggung dengan anggaran Rp16 juta,”
Sebelumnya, pihaknya telah membedah rumah Nek Hawilah Gani di Desa Juli Tambo Tanjong, Kecamatan Juli, Bireuen dan saat ini sedang membangun rumah Darna, janda asal Desa Pulo Seuna, Kecamatan Jangka.
Deni yang saat itu didampingi Ketua KPB Ferizal Hasan juga berharap kegiatan positif ini agar dapat terus berlanjut, serta bertambahnya para donatur yang berhati mulia dalam mendukung setiap kegiatan dari KPB.
Sementara itu, Mukhlis A.Md yang turut hadir mengucapkan terima kasih kepada KPB yang telah membantu membangun rumah warga miskin tak layak huni menjadi layak.
Dirinya bangga dengan adanya komunitas sosial yang mau peduli dan membantu sesamanya. Karena masih banyak rumah tak layak huni yang perlu dibantu.
“Kita harapkan dalam lima tahun ke depan, jika semua pihak baik Pemkab Bireuen dan komunitas sosial lainnya ikut membantu membangun rumah warga miskin, maka sudah tak ada lagi rumah tak layak huni di Bireuen. Rumah duafa juga bisa ribangun dengan menggunakan Dana Desa,” jelasnya.
Mukhlis menyebutkan dia siap membantu dan terus mendukung serta menjadi donatur untuk kegiatan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Bireuen, Iptu Rendi Eko Oktama yang merupakan salah satu pihak yang turut mendukung kegiatan KPB mengungkapkan, dia yang bukan warga Bireuen, bukan orang Aceh ikut Peduli dan mendukung KPB membangun rumah untuk warga miskin.
“Sudah seharusnya warga Bireuen lebih peduli terhadap daerahnya dan terlibat langsung membantu sesama, Di Bireuen ada 609 desa, jika perdesa ada 3 orang saja yang tergerak tiap bulannya menyumbang Rp100 ribu, maka 609 x 3 (orang ) jadi 1827 orang x Rp300 ribu, maka dana terkumpul Rp 548, 1 juta dibagi Rp 16 juta satu unit rumah, maka bisa membangun 34 rumah sebulan. Dalam 1 tahun, bisa membangun 411 rumah,” rincinya.
Dana pembangunan rumah panggung untuk Mulyadi dengan ukuran 4×6 meter dibangun sejak 14 Januari dan selesai 29 Januari 2019 itu bersumber dari bantuan donatur, diantaranya H Mawardi (H Yudi) dari Pt Krueng Meuh, H Muklis A.Md, Direktur PT Takabeya Perkasa Group, Sri Wahyuni Yan PT, Ketua Ipemi Medan, dan donatur lainnya.
Selain serah terima rumah, donatur juga menyerahkan bantuan sembako, beras, baju , kasur serta bantal untuk mengisri rumah baru tersebut.
Hadir pada acara serah terima tersebiur relawan KPB, relawan MRI-AC serta warga Mon Mane. (Duta)
