Banda Aceh – Aceh Monitor Com (AMC). Kepala BPCB Aceh , Bambang Sakti Wiko Atmodjo , yang diwakil kan Kepala Seksi pelindungan , pengembangan dan pemanfaatan BPCB Aceh , Toto Harianto menjelaskan , BPCB Aceh akan terus berupaya untuk melakukan pelestarian budaya , termasuk yang namanya makam.
Hal diatas di ungkapkanya kepada Aceh Monitor Com , Selasa 29/01/19 , terkait masih kurangnya perhatian pemerintah dalam pemiliharaan situs makam – makam kuno peningalan kerajaan Aceh.
Menurut Toto Harianto , cagar budaya yang ada di Aceh bukan hanya makam “Kami juga harus memperhatikan mesjid dan maupun benteng peninggalan kerajaan ” sebutnya.
Selain itu , Toto Harianto meminta masyarakat menginformasikan ke BPCB , apabila menemukan cagar – cagar budaya , baik itu makam maupun lainya.
Sementara itu ditempat terpisah , Kasi Pemeseuman dan Pelestarian Cagar Budaya Disbudpar Aceh , Yudi Andika menjelaskan belum semua situs makam – makam yang di lestarikan , “Persoalanya keterbatasan dana. Sebagianya sudah terpelihara dalam artian sudah ada juru peliharanya “kata Yudi Andika.
Namum jelasnya lagi , tidak sekaligus bisa dipelihara dan harus bertahap sampai adanya dana yang memadai “Karena pemeliharaan cagar budaya tersebut harus memenuhi kaidah pelestarianya ” kata Yudi Andika.
Ia menambahkan , ada 509 situs makam pemeliharaan yang ada di seluruh Aceh , meliputi makam sultan , ulee balang , ulama dan pahlawan.
“Itu jumlah data terakhir yang ada sama kita dan itu akan terus bertambah ” jelas Yudi Andika.
Yudi menyebutkan , ada penambahan anggaran dibanding tahun sebelumnya , pada tahun tahun 2018 ada 3 Milyar dan tahun ini 4 Milyar.
“Walaupun ada kenaikan anggaran , akan tetapi itu masih sangat kurang apabila dibandingakan dengan jumlah makam yang ada saat ini “tutupnya. (van)
