Aceh Utara – Aceh Monitor Com. pengungi warga etnis Rohingya yang saat ditampung di Bekas Kantor Imigrasi Punteut Blang Mangat Aceh Utara, kini sedikit lega. Saat ini para pengunsi yang berjumlah 94 orang tersebut di tempat penampungan telah mendapatkan penanganan dari UNHCR, Pemkab Aceh Utara dan sejumlah LSM kemanusiaan lainnya, baik dalam bidang akomodasi, kosumsi dan kesehatan.
Sementaraitu, bantuan kemanusiaan terus berdatangan dari berbagai pihak yang berempaty terus berdatangan ke lokosi pengungsian.

Forum Relawan Bansigom Aceh (FORBA Aceh) juga ikut peduli dan turut menyalurkan sejumlah bantuan , berupa Kain sarung, sajadah, mukena, minyak goreng, air mineral dan pakaian bekas layak pakai. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Forba Aceh kepada Mukhtaruddin Maop dan Sekretaris Forba Aceh Agus Mulyadi yang diterima langsung oleh Panitia di lokasi pengungsian, Kamis, 02/07/2020.
Ketua umum Forba Aceh Mukhtaruddin Maop yang didampingi oleh Ketua DPW Forba Kota Lhokseumawe Syamsuddin Abubakar, kepada awak media ini menyampaikan bawa bantuan yang mereka salurkan merupakan wujud kepedulian para anggota relawan FORBA Aceh terhadap mereka.
Menurut Maop sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk membantu sesama muslim yang saat ini tertimpa musibah, terlepas dari aturan keimigrasian, karena mereka bukan warga negara Indonesia, jelas Maop.
Pada kesempatan tersebut Ketua Forba Aceh Mukhtaruddin Maop juga turut mendampingi kunjungan Ketua Satgas Penanganan Pengungsi Luar Negeri Kemenko Polhukam RI Brigjen. Khairul Anwar di lokasi pengungsian.
Dalamkenjugan tersebut, Ketua Satgas PPLN yang didampingi sejumlah anggota satgas dan pejabat setempat, melihat langsung kondisi para pengunsi dan berkesempatan mengecek gudang penyimpanan bantuan logistik yang diterima dari berbagai pihak selama ini.
(Ketua Umum Forba Aceh Mukhtaruddin Maop, Mendamping Ketua Satgas PPLN Kemenko Polhukam RI Brigjen Khairul Anwar di Lokasi Pengunsi Rohingya Aceh Utara)
Kepada petugas penanganan pengunsi Tohingys, Ketua Satgas PPLN Khairul Anwar berharap untuk melakukan pelayanan yang baik dan mengajarkana kemandiriaan dalam menyiapkan kebutuhan mereka sehari-hari seperti memasak dan mencuci, sehingga nantinya bila sudah ada ke negara penampungan, mereka sudah siap menjalankan kehidupan normal.
Ketika ditanya berapa lama masa penampungan mereka, Khairul Anwar menargetkan maksimal enam hingga satu tahun, menunggu pengurusan dari pihak UNHCR untuk diberangkatkan ke negara penerima. (Rel)
