LIFE STYLE

15 Tahun Anniversary Made In Made

Redaksi

 

 

 

Jakarta – Aceh Monitor com. Lama sudah tak terdengar kabar, baik itu dibelantika musik atau dievent-event seni budaya dikota banda aceh maupun event-event seni budaya diprovinsi aceh, dan dimedia berita, khususnya media berita diprovinsi Aceh ditahun 2023 ini.

Ramadhan Moeslem Arrasuly a.k.a Made In Made, pendiri group seni musik modern dan tradisional “Melayu, Aceh anD reggaE”.

Ternyata Ramadhan Moeslem Arrasuly atau lebih dikenal dengan nama panggung Made In Made, saat ini sedang tidak berada dikota Banda Aceh, provinsi Aceh. Selepas mengadakan konser charity, pagelaran seni dan budaya yang bertajuk Sound of Nanggroe (pesan damai dari Aceh untuk Indonesia) dihermes palace hotel, banda aceh pada bulan oktober 2022, yang bertujuan berharap pada pesta demokrasi/pemilu 2024 nanti, kiranya dapat terlaksana dengan baik, aman dan damai.

Setelah itu juga ikut mengisi acara dievent Commphoria, difakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiahkuala dibulan November 2022.

Dan dibulan desember 2022 dikota medan, sumatra utara, menjadi undangan acara dievent Wahana International Reggae Music Festival, yang juga diramaikan oleh band-band reggae nasional dari jakarta, dan juga musisi reggae Internasional dari Amerika yaitu Quinno, vocalis group musik reggae dunia, Big Mountain, juga tentunya band-band reggae lokal dari kota Medan dan Sumatera Utara.

Seharusnya setelah event reggae dikota medan, sumatra utara, ada beberapa event yang ditunda, baik itu dipadang panjang, sumatera barat, pekanbaru, Riau dan Palembang Sumatra Selatan. tapi batal dihadiri karena beberapa hal yaitu ada yang surat undangannya dikirim sangat berdekatan sekali dengan jadwal event dan juga ada event yang ditunda pelaksanaannya.

Tak terasa tepatnya tanggal 6 July 2023, sudah 15 tahun usia group seni musik Made In Made yang didirikan oleh Ramadhan Moeslem Arrasuly atau lebih akrab dengan nama panggilan “Made” semoga saja masih bisa dan tetap bertahan serta selalu dimudahkan akan segala urusan.

Made mengatakan bahwasannya paska pandemi covid 19 sampai saat ini tidak ada sama sekali tawaran untuk manggung ditanah kelahirannya, baik itu event-event kota banda Aceh maupun event-event diprovinsi Aceh.

Akan tetapi ditahun 2023 ini, kalaulah masih diberi kesempatan dan kemudahan, event Sound of Nanggroe juga akan digelar di ibukota jakarta, semoga saja dimudahkan segala urusannya, ya kita hanya bisa merencanakan, Tuhan lah yang berkehendak dan yang menentukannya.

Made juga menjelaskan bahwasannya kata “Sound of Nanggroe” itu bukanlah suara dari saya pribadi sebagai penggagas/konseptor event, melainkan juga suara dari orang/masyarakat/rakyat Aceh.

Ketika ditanya, apakah dari Pemerintah kota banda aceh dan pemerintah Provinsi Aceh sendiri dan juga para tokoh Aceh yang ada di Jakarta, ikut merespon, mendukung atau memberikan bantuan dana untuk pagelaran event Sound of Nanggroe?

Karena kita semua juga tahu, bahwasannya kegiatan seperti ini layak didukung oleh pemerintah Provinsi Aceh, apalagi dari dulu Made in Made tercatat sebagai bagian dari pelaku seni budaya dikota banda aceh, provinsi Aceh, dan juga sangatlah banyak tokoh-tokoh Aceh yang berdomisili dijakarta dan juga yang sedang bertugas dijakarta, salah satunya adalah para senator/wakil rakyat DPD-RI juga para tokoh partai politik DPR-RI yang berada di Gedung Senayan Jakarta serta ada juga Para Tokoh Aceh yang menjadi Ketua Umum Partai Politik.

Lantas Made menjawab tidak ada atau belum ada, kalaulah nantinya memang ada yang ikut mensupport, ya alhamdulillah kita terima, karena salah satu tujuannya pun, selain bisa dijadikan sebagai ajang silahturrahmi masyarakat Aceh yang berada di ibukota jakarta, juga semata-mata ingin sekali menyukseskan event ini dan tentunya Pesan damai dari Aceh untuk Indonesia menjelang Pemilu 2024 pun dapat tersampaikan dengan sempurna di ibukota Negara Republik Indonesia.

Yang terakhir, Ramadhan Moeslem Arrasuly menyampaikan, bahwasannya dia juga baru saja menyelesaikan proses recording untuk sebuah single lagu, yang menceritakan tentang berbagai macam jenis kuliner yang ada diprovinsi Aceh, lagu itu berjudul Aceh Culinary. Untuk keterangan lebih lengkapnya, nanti saja ya dijelaskan pada saat lounching lagu ini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!