Redaksi
Jakarta – Aceh Monitor com. Made, seorang pelaku seni musik yang memiliki nama lengkap Ramadhan Moeslem Arrasuly dan lebih dikenal dengan nama panggung Made In Made, yaitu salah satu group musik/band bergenre Melayu, Aceh anD reggaE. Telah meluncurkan sebuah single lagu terbaru yang ia ciptakan berjudul “Aceh Culinary” dan acara launcing tersebut dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 19/7/2023. Aransement musik dilagu Aceh Culinary tersebut dan juga sebagai produser adalah Rudy Octave, salah satu musisi Indonesia.
Selain sebagai seorang musisi, Rudy Octave juga pernah meraih rekor baru, Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori permainan piano terlama di dunia versi Indonesia dijakarta pada tahun 2008. Ia tampil dengan permainan solo piano dan mengiringi pertunjukan 52 artis, band dan paduan suara, berberapa artis tersebut diantaranya adalah : Heidy Yunus, Devian, Pasto, Debu, Los Morenitos, dan Vicky Sianipar, selama 14 jam non-stop, mulai dari pukul 08.00 sampai 22.00 WIB.

Secara bersamaan dengan launcing single lagu Aceh Culinary yang nantinya juga akan dikemas dalam sebuah Album “Rap Nusantara II” juga ada peluncuran menu baru berupa kuliner Aceh dikedai kopi miliknya, Nine Damara Coffee & Eatry, yang terletak di Damara Village, Bogor, Jawa Barat, menu baru tersebut adalah : mie goreng Aceh, nasi goreng Aceh, teh tarik, dan kopi arabika Aceh Gayo.
Saat ditanya mengapa menu kuliner Aceh yang dipilih, beliau mengatakan dirinya sudah mencoba beberapa kuliner/makanan nusantara dan merasa bahwa mie Aceh dan nasi goreng Aceh lebih mudah penyajiannya dan punya cita rasa yang khas dan unik.
Untuk menjaga cita rasanya, ia menggunakan bumbu yang didatangkan langsung dari Banda Aceh.
“Ini juga bagian dari upaya untuk menghadirkan destinasi budaya dan wisata kuliner yang dikemas dengan musik, syair lagu dan makanan khas nusantara,”
Apalagi Pariwisata indonesia saat ini sudah tidak bisa dipisah-pisahkan antara budaya seni musik serta Tutur tradisi dengan kuliner otentik nya.
Sebuah kolaborasi makanan mie aceh, dipadu dengan demo sangrai kopi aceh gayo dalam tembikar dan keliaran Tutur Aceh diiringi oleh musik.
Acara ini juga dimeriahkan oleh salah satu tokoh Seniman, Sastrawan dan Budayawan Aceh yaitu Agus Nur Amal (Pmtoh) berkolaborasi dengan Denon Doytha yang juga salah satu artis wanita ibukota jakarta, membawakan salah satu lagu di album “Rap Nusantara I” berjudul Putroe Bungsu.
Selain diliput oleh media berita, radio dan tv, kegiatan ini juga dihadiri para tokoh Aceh seperti mantan Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim, Pengacara J Kamal Farza, Jurnalis Senior Yuswardi A Suud, penggiat seni budaya Benny Poelem, Pengacara Mahmuddin, Ari Abieta, serta para sahabat/pegiat Kuliner Aceh, yang berdomisili di Jakarta Raya dan sekitarnya, sangat memberikan apreasiasi tinggi atas acara ini.
Sekitar 100-an tamu yang hadir tampak menikmati menu kuliner Aceh yang dimakan sembari menonton peluncuran single lagu “Aceh Culinary” yang memadukan musik bernuansa ska dan sedikit sentuhan rapai, yaitu alat musik tradisi Aceh oleh Ramadhan Moeslem Arrasuly (Made).
