Redaksi
Banda Aceh – Aceh Monitor com. WDN melakukan pelatihan khusus bagi para caleg perempuan baik yang berasal dari parlok maupun dari parnas masing2 partai mengutus 2 bacaleg perempuan.yang berlangsung di salah satu hotel di Banda Aceh , belum lama ini.
Dalam Pemaparan yang di bahas narasumber K. Wignyawinata aktifis asal jakarta ia menjelaskan strategi pada pelatihan yang berlangsung dari pagi hingga sore harinya , pada kesempatan itu Wignyawinata mengatakan dalam menyusun strategi optimalisasi penempatan dan kinerja saksi caleg/partai, yaitu yang pertama sekali adalah pemetaan dapil,prioritaskan wilayah dimana anda berpotensi menang tapi ada potensi kecurangan tinggi, menugaskan saksi caleg untuk memonitor beberapa TPS terdekat dan beri kemampuan untuk memutuskan TPS mana.
Ia menambahkan tugaskan saksi bacaleg untuk berkoordinasi dengan bawaslu dan pemantau pemilu, jika memungkinkan bisa juga untuk bersinergi pada saksi partai lain.
“Pada hari pemilihan nanti , saksi sangat menentukan terjaga nya suara kita dan saksi harus memenuhi kriteria saksi yang ideal bisa simpatisan atau pengikut,”tambahnya.

Sementara itu narasumber Norma Manalu, aktifis perempuan asal banda aceh menjelaskan metode kampanye saat ini yang paling sering di terap kan , yaitu pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye pemilu kepada umum, pemasangan alat peraga kampanye di tempat umum serta media sosial
“Metode ini bisa dilakukan untuk memperkenalkan diri anda kepada masyarakat,”tutupnya.
Pada kegiatan itu , bacaleg dari Partai Gerindra mengutus dua caleg nya yaitu Cut Farah Nazla DPRA Dapil 6 Aceh Timur dan Drh . Rima Asmara Yus dapil Syiah Kuala – Ulee Kareng.
