KABAR DARI ACEH

Gawat ! Belum Dibayar Puluhan Kontraktor di Aceh Besar Mengadu ke DPRK 

Redaksi

 

 

 

Aceh Besar – Aceh Monitor com.  Sejumlah Kontraktor mengadukan nasibnya kepada DPRK Aceh Besar, terkait puluhan paket Proyek 2022 di Kabupaten Aceh Besar yang sudah tuntas dikerjakan hingga Desember 2023 belum juga dibayarkan.

Nilai keseluruhan paket proyek tersebut mencapai Rp 13 Milyar Akibatnya, puluhan kontraktor di Kabupaten Aceh Besar mengalami kerugian.

Mereka mengharapkan pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menyelesaikan pembayaran proyek yang mereka kerjakan sejak Juli 2022. Hingga akhir Desember 2023, para pengusaha kecil itu belum mendapat kepastian pekerjaan mereka dibayar oleh pemerintah.

Tidak juga tampak keinginan Pj Bupati Aceh Besar dan jajarannya untuk menulasi pembayaran pekerjaan  Perpanjangan SK Iswanto Pemerintah Aceh Besar terkesan enggan menyelesaikan kewajiban hutang pada pengusaha kecil ini.

Sempat tersiar kabar bahwa pemerintah Aceh besar mengalami devisit anggaran, namun usalan program baru pada anggaran 2023 telah dibayarkan.  Puluhan kontraktor yang diantaranya sudah terlilit hutang ini mengaku sudah mencoba berkomunikasi dengan Sekda Pemerintah Aceh Besar, mereka juga sudah menemui anggota DPRK Aceh Besar, namun hanya janji pembayaran yang mereka dapatkan. Satu-satunya harapan, mereka kini hanya pada Pj Bupati Aceh Besar, Iswanto.

Karena itulah mereka berharap dapat bertemu langsung dengan Pj Bupati Aceh Besar. Puluhan paket Proyek 2022 di Kabupaten Aceh Besar yang sudah tuntas dikerjakan hingga Desember 2023 belum juga dibayarkan. Nilai keseluruhan paket proyek tersebut mencapai Rp13 Milyar

“Kami sudah menyurati Pj Bupati, semoga harapan kami dapat bertemu dengan beliau,” Rahmat Basri, salah seorang kontraktor di Aceh Besar.

Para kontraktor juga berharap Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) Provinsi Aceh dapat membantu mereka. Sejumlah kontraktor yang mengalami nasib yang sama sudah berkumpul untuk mendiskusikan nasib pencairan atas pekerjaanya.

“Kami tidak saling kenal awalnya, tapi karena sering bertemu untuk mempertanyakan kejelasan pembayaran di dinas yang memberikan pekerjaan, kami harus berkumpul untuk mengambil langkah bersama sama,” kata Rahmat Basri .

Pekerjaan yang mereka kerjakan bernilai di bawah 200 juta yang bisa di lakukan lewat penunjukan langsung.  “Mungkin bila Desember 2022 sudah di bayar kami masih dapat untung, tapi kini dalam kondisi  rugi,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!