Laporan : Arifin
Aceh Tamiang – Aceh Monitor com. Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada bulan November 2025 telah mengakibatkan rusaknya lahan pertanian sawah milik masyarakat.
Dampaknya, para petani di kabupaten tersebut tidak bisa menanam padi dan harus kehilangan mata pencariannya.
Kini, melalui kegiatan Rehabilitasi dari Pemerintah, sawah-sawah yang rusak sudah mulai diperbaiki.
Disampaikan Ketua Tim Tekhnis Rehabilitasi, Irwan Hadi, SP, saat ini ada 32 Desa (Kampung) yang masuk dalam wilayah 3 kecamatan yaitu Kecamatan Karang, Kecamatan Manyak Payed dan Kecamatan Bendahara yang menerima bantuan Rehabilitasi Sawah dari Pemerintah Pusat, Selasa (2/6/2026).
Untuk luas sawah yang Direhabilitasi totalnya ada 712 hektar yang berada di 32 desa untuk 67 Kelompok Tani dan sumber anggaran pembiayaannya adalah APBN.
Untuk sawah yang sedang dalam masa pekerjaan ada sebanyak 8 desa dari 32 desa. Desanya, Desa Medang Ara, Alur Bemban, Matang Tepah, Paya Kulbi, Paya Awe, Tanjung Lipat Satu, Tanjung Lipat dua dan Johar.
“Program rehabilitasi sawah ini dilaksanakan dengan Swakelola tipe 2 bekerjasama sama dengan kodim 0117/Aceh Tamiang, dan Alhamdulillah sampai sekarang belum ada kendala apapun selama pekerjaan,” ujarnya.
Selanjutnya menurut Irwan Hadi, untuk item pekerjaan Rehabilitasi Sawah terdiri dari, Pembersihan/pengikisan lumpur (scraping) disawah, pembersihan parit tertier, pembuatan sumur bor, perapian pematang sawah, perbaikan parit tertier yang rusak, perbaikan pompa air yang rusak dan perbaikan pintu air yang rusak.
“Pekerjaan item rehabilitasi sawah itu, berdasarkan usulan dan kebutuhan Kelompok Tani, jadi tidak serta merta semua kebutuhan Kelompok Tani itu sama,” pungkasnya.
