Banda Aceh- Aceh Monitor.com. Bertempat di ruang Badan Musyawarah lantai 2 Gedung DPRA, pada Selasa,2 Maret 2016 telah berlangsung rapat koordinasi antara Komisi II DPRA dengan mitra kerja yaitu Badan dan Dinas Pemerintahan Aceh yang mengurusi ujung tombak perekonomian rakyat . Tampak hadir dalam rapat koordinasi tersebut, Kepala Dinas Kehutanan,Dinas Perindustrian dan Perdagangan,Dinas Perkebunan,Dinas Pertanian , Dinas Koperasi UKM dan Bapedalda Aceh. Selain anggota Komisi II DPRA rapat koordinasi ini dihadiri pula oleh unsur SKPK Kabupaten Aceh Besar.
Dalam pengantar rapat koordinasi tersebut Ketua Komisi II DPRA ,Tgk. Akhyar A. Rasyid menyoroti tentang evaluasi program yang telah diluncurkan melalui dana aspirasi anggota DPRA maupun APBA pada tahun 2014/2015 namun belum membuahkan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. “Untuk itu diperlukan program unggulan secara sinergi antara pihak eksekutif dan legislatif, demikian pula antara Pemerintah Aceh dan Kabupaten Tk II. Yaitu dengan menciptakan program Kawasan Terpadu dibidang pertanian,peternakan ,perkebunan dengan memanfaatkan lahan tidur disetiap Daerah Pemilihan (dapil) serta melibatkan masyarakat setempat melalui wadah koperasi“ ujar Ketua Komisi II DPRA.
Gagasan tersebut disambut baik oleh anggota Komisi II dan Kepala SKPA yang hadir dengan menyampaikan saran-saran dan usulan untuk dipertajam dalam rapat koordinasi selanjutnya dengan Bappeda Aceh.
Menjawab pertanyaan Aceh Monitor, pimpinan Komisi II DPRA menjelaskan telah dilakukan pembahasan secara mendalam dengan pihak Pemkab Aceh Besar dan Kecamatan Kuta Cot Glie, bahwa sesuai dengan usulan masyarakat desa Siron dapat menjadi percontohan kawasan pertanian terpadu. Untuk itu diperlukan studi kelayakan, aspek pemasaran dan penyuluhan pertanian dan pendampingan masyarakat. Dimana pada APBA tahun 2015 lalu telah diluncurkan bantuan program kawasan peternakan sapi dan pertanian masyarakat di desa tersebut. (azhar)
