IPTEK

Ketika 10 Ribu Orang Asing Datang ke Nikah Seorang Yatim, Kemanusiaan Lulus Ujian

Oleh: NA. Riya Ison
ASN Pemerintahan Aceh, Warga Aceh Besar.

 

Aceh Monitor com. Itulah yang dirasakan Xu Chenhong, pemuda yatim dari Zhaotong, Yunnan, China. Ayahnya meninggal saat ia berusia 3 tahun. Ibunya menikah lagi. Nenek yang membesarkannya pun pergi. Ia dan kakaknya belajar dewasa terlalu cepat.

Di masyarakat kita, stigma itu masih sama. Yatim identik dengan dikasihani. Miskin identik dengan dijauhi. Padahal keinginan Xu sama seperti kita semua: ingin dikasihi, ingin dihargai sebagai sahabat, ingin dianggap ada.

Dan di titik inilah kisah ini menampar kita semua.

Rp 456 Juta untuk Sebuah Harga Diri

Xu menabung dari kerja serabutan. Sortir paket, bengkel sofa, buruh bangunan. Terkumpul 167.500 Yuan atau sekitar Rp 456,4 juta.

Jika itu kita, uang sebanyak itu pasti untuk motor, untuk mobil, atau untuk membangun rumah. Tapi tidak bagi Xu.

Ia pakai semua uangnya untuk satu keinginan yang bagi kita terlihat sederhana, tapi bagi dia adalah segalanya: agar di atas pelaminan nanti, ia tidak lagi tertunduk. Agar sekali saja dalam hidupnya, ia bisa mengangkat kepala dengan bangga sebagai laki-laki, sebagai suami, di kampungnya sendiri.

Betapa mahalnya harga sebuah penghargaan bagi orang yang seumur hidupnya merasa rendah.

Pada 25 Oktober 2026, ia merekam video sederhana di depan rumah kampungnya: “Bantu saya. Datanglah ke pernikahan saya tanggal 31 Oktober. Saya ingin kendaraan memenuhi pinggir jalan, supaya sekali saja saya bisa mengangkat kepala dan merasa bangga di desa sendiri.”

Itu bukan undangan pesta. Itu adalah undangan untuk dihormati, walau sesaat.

10 Ribu Orang Menjawab dengan Kaki

Tiada komando. Tidak ada panitia. Tapi netizen China mendengar.

Tanggal 31 Oktober 2026 menjadi hari yang tidak akan dilupakan. Lebih dari 10.000 orang datang. Ada yang naik kereta 20 jam, naik bus, motor, bahkan jalan kaki dari provinsi seberang.

Mereka bukan keluarga. Tapi mereka datang sebagai keluarga.

Ada yang membawa kambing utuh, ayam dan telur. Ada yang membuat kue setinggi 6,6 meter. Ada yang menyewa pickup penuh 9.999 mawar merah sebagai simbol cinta abadi. Ribuan angpau bertuliskan “Selamat Menikah, Adik”.

Warga desa bahu-membahu. Ibu-ibu memasak puluhan kuali. Bapak-bapak mengatur parkir hingga mobil mengular berkilo-kilometer.

Hari itu, untuk pertama kalinya, Xu tidak menunduk. Ia berjalan dengan jas bordir naga emas, menggandeng istrinya Luo Chui berqipao merah, di antara confetti yang meledak.

Hari itu kemanusiaan diuji. Dan kemanusiaan lulus.

Cermin untuk Aceh

Video itu terbang melintasi Tembok Besar China, menyeberangi lautan, dan mendarat di hati kita di Aceh pada 1 November 2026.

Dan yang paling indah, komentar netizen Indonesia bukan nyinyir. Tapi air mata yang sama. “Kalau di desaku, aku pasti datang.” Yang lain berikrar janji suci, “Aku akan jadi kakaknya.”

Masya Allah. Hati kita sama.

Dari Yunnan sampai Palestina, dari Serambi Mekah sampai seluruh dunia, satu undangan rindu itu membuat kita berjanji: Kami juga akan peduli.

Bukti bahwa netizen baik itu masih ada. Manusia yang ingin bermanfaat itu masih banyak.

Pertanyaan untuk Kita

Jika untuk satu yatim di Yunnan saja 10.000 orang bisa bergerak karena rasa peduli, apalagi untuk yatim di sebelah rumah kita?

Di gampong kita, berapa banyak anak yatim yang sunatnya sepi? Wisudanya sepi? Dan nanti nikahnya mungkin juga akan sepi?

Kisah Xu Chenhong bukan hanya kisah pernikahan. Ia adalah cermin. Di dalam diri Xu yang yatim dan miskin itu, kita melihat diri kita sendiri. Manusia yang juga punya keinginan dihargai sekali saja dalam hidupnya.

Maka hari ini, mari kita tiru 10 ribu orang asing di Yunnan itu. Tidak perlu menunggu viral. Datanglah ke yatim di sebelah rumah kita. Jadilah kakak bagi mereka.

Karena terkadang, yang mereka butuhkan bukan uang kita. Tapi kehadiran kita, agar sekali saja mereka bisa mengangkat kepala dengan bangga.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!