Laporan : Ervanda
Banda Aceh – Aceh Monitor.com. Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh mulai mematangkan persiapan menghadapi penilaian Adipura 2026. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Ibu Kota Provinsi Aceh itu tidak ingin sekadar menjadi peserta, tapi benar-benar siap merebut kembali penghargaan prestisius di bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan tersebut.
Adipura bukan sekadar piala. Bagi sebuah kota, Adipura adalah pengakuan negara bahwa kota tersebut berhasil menjaga kebersihan, mengelola sampah dengan baik, menata ruang publik, hingga membangun kesadaran warganya untuk peduli lingkungan. Dan Banda Aceh, dengan segala potensinya sebagai Kota Serambi Mekkah, dinilai sudah sangat layak untuk menyandang predikat itu.
Terkait hal tersebut, Wakil Ketua DPRK Kota Banda Aceh Daniel A Wahab meminta semua pihak, baik itu Pemko maupun masyarakat kota, untuk berkolaborasi bahu membahu menciptakan suasana yang bersih dan nyaman demi mendapatkan Adipura.
“Insya Allah peluang itu ada di bawah kepemimpinan Walikota Illiza Saaduddin Djamal, sekarang Banda Aceh mendapatkan Adipura dan pengamatan kita selama ini Banda Aceh sudah sepantasnya mendapatkan itu,” jelas Daniel A Wahab dengan nada optimis.Rabu 04/11/26.
Menurut Daniel, keyakinan itu bukan tanpa alasan. Selama ini, ia melihat langsung bagaimana Banda Aceh terus berbenah. Jalan-jalan utama semakin bersih, taman-taman kota tertata, drainase diperbaiki, dan yang paling terlihat adalah penataan pedagang yang semakin rapi.
Politisi Partai NasDem ini menambahkan, sejauh ini kolaborasi segala sektor maupun masyarakat sangat baik dan sinergi itu sangat bagus selama ini. Baginya, inilah modal terbesar Banda Aceh yang tidak dimiliki semua kota.
“Sinergi ini yang kita harapkan agar semua pihak mau bersama-sama untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Banda Aceh,” tambahnya.
Daniel menegaskan, Adipura tidak bisa diraih oleh Pemko sendirian. Adipura adalah hasil kerja bersama. Ketika Pemko bekerja menata kota, masyarakat juga harus ikut menjaga. Ketika petugas kebersihan bekerja siang malam, warga juga harus ikut tidak membuang sampah sembarangan. Ketika pedagang ditata, pedagang juga harus ikut menjaga lapaknya tetap bersih.
“Ini bukan soal siapa yang paling hebat, tapi soal siapa yang paling mau bersama-sama. Kalau semua mau bergerak, Adipura itu bukan hal yang mustahil,” ujarnya.
