Pidie – Aceh Monitor Com.Masyarakat Laweung, Muara Tiga,Kabupaten Pidie meminta pabrik Semen Indonesia Aceh (SIA) komit berinvestasi di Aceh. Kini masyarakat disana bagaikan putus asa setelah mengetahui ditutup sementara pabrik Semen Indonesia Aceh (SIA) yang sudah berjalan dua minggu lalu.
Hasil pantauan wartawan Sabtu (28/10/17)masyarakat disana kurang semangat. Betapa tidak setelah harapan baru muncul , paling tidak mendapatkan pekerjaan dan berputarnya ekonomi masyarakat di daerah itu pupus sejenak.
Beberapa warga yang ditanyai, Jamaluddin (50) mengatakan, selaku masyarakat tentunya berharap agar pembangunan pabrik semen ini tetap berlanjut karena bagi dirinya pribadi tidak ada masalah yang penting daerahnya akan maju ekonomi ke depan.
Sebab, jika menilik ke belakang sekitar tahun 1994 justru lahan ini merupakan hutan belukar dan untuk menuju lokasi sekarang hanya ada jalan setapak. Tetapi kini menjadi lahan manis yang banyak dilirik karena punya potensi nilai jual tinggi.
‘Saya sangat mendukung apalagi pembangunannya untuk jangka panjang maka kalau ini jalan tidak hanya kita saat ini yang menikmati tetapi sampai anak cucu’, ujarnya.
Kalau saat ini masih ada masalah soal lahan antara pihak pembebasan dengan pihak lain, ia mengharapkan agar dapat diselesaikan dengan baik dan tidak ada yang dirugikan. ‘Saya tidak ingin masuk ke wilayah lain yang bukan urusannya’, kata mantan keuchiek dess Cot, Laweung, Muara Tiga, Pidie itu.
Hal senada juga disampaikan M Affan menurutnya persoalan lahan harus diselesaikan segera dengan masyarakat agar pihak investor segera melakukan pekerjaan awalnya seperti penyiapan material dan lainnya.
Jangan sampai yang sudah ada malah batal dan yang rugi kita (Aceh) sendiri. ‘Saya bersama masyarakat Laweung lainnya mendukung pabrik ini buka kembali’, harapnya.
Affan menyebutkan, sejak dimulainya pembangunan pabrik, proses rekrutmen tenaga kerja pun berjalan. Saat ini yang ia ketahui ada belasan pekerja lokal dua kampung baik tenaga security maupun tenaga skill lainnya.
Melihat potensi lokasi pabrik akan dipusatkan di Lhok Panah, sedangkan pelabuhannya dibangun di Alue Thoe. Karena pembangunan ini masuk dalam dua wilayah yakni Laweung kecamatan Muara Tiga dan Kulee, kecamatan Batee.
Ketua YARA Pidie, Junaidi mengatakan pembangunan pabrik semen di daerahnya sangat didukung. Bahkan, katanya pemerintah daerah, provinsi dan rektor unsyiah pun menyatakan hal yang sama.
Cuma, sebutnya terkait pembebasan dan pembayaran lahan ia minta agar pihak pengelola dapat diselesaikan secara transparan di depan publik agar diketahui semua pihak. Tidak secara person to person yang menimbulkan kecurigaan masyarakat.
Pihak pembebasan tanah harus terbuka kalau perlu dilakukan dengan menghadirkan tokoh masyarakat, keuchiek, camat hingga bupati mana yang harus dibayar dan siapa pemiliknya bukan secara diam-diam sehingga tidak tuntas sampai sekarang ini.
‘Kami tidak menolak investasi yang masuk ke Aceh bahkan kami mendukung pemodal lain agar mau menanamkan modalnya sehingga ada perubahan dalam mengurangi angka pengangguran maupun bangkitnya ekonomi di Aceh’, jelasnya.
‘Yang saya ketahui modal investasi yang akan dikucurkan untuk pembangunan pabrik semen ini mencapai Rp 6 trilliun dan ini sungguh besar maka dukungan kita semua agar terwujud’,tutup Junaidi.(rel/Sai)
