Banda Aceh-Aceh Monitor Com.Berikut sedikit tulisan tentang etika dan peran foto jurnalistik dalam kebencanaan yang saya dapat ketika mengikuti sebuah seminar yang di adakan oleh Pewarta Foto Indonesia Aceh (PFIACEH) sebulan yang lalu.
Meliput bencana
– Temukan orang kunci dalam komunitas
– Variasi narasumber : semakin jarang di wawancarai semakin baik
– Fokus pada korban luka dan selamat yang masih mempunyai harapan hidup, baru pada korban meninggal
– Prioritas pada pihak terentan : anak-anak, wanita, lansia
– Berempati dengan korban dan jangan pernah memaksa narasumber
– Wartawan bisa menjadi relawan
Batas Diri
– Waspadai bencana susulan
– Wartawan juga manusia bisa trauma dan mati rasa
– Tahu batas rehat, relaksasi, berbincang dengan kolega dan psikolog
– Jika terlalu berisiko, abaikan perintah atasan, berita tak seharga nyawa
Melaporkan bencana
– Perhitungkan dampak tulisan, foto dan video terhadap audiens
– Hati-hati dengan angka
– Jangan tergoda menampilkan kisah duka lara
– Sampaikan optimisme dan mendorong orang belajar dari bencana. (Sai)
