Banda Aceh – Aceh Monitor Com. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Aceh bekerjasama dengan Bagian/SMF Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala – RSUD dr.Zainoel Abidin menyelenggarakan kegiatan ilmiah tahunan Pertemuan Ilmiah Respirasi Aceh (PIRA) IV dan sekaligus penggukuhan penggurus PDPI Aceh yang berlangsung di Hermes Hotel. Sabtu 07/04/18.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah , PIRA IV dengan mengangkat tema”Recent Updates on Respiratory Diseases”. Acara tersebut akan dilaksanakan dalam bentuk Workshop dan Symposium.
PIRA merupakan kalender ilmiah rutin yang dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu meningkatkan kompetensi para praktisi yang terlibat dalam pelayanan kesehatan bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi khususnya di Provinsi Aceh.
Dalam acara ini dibahas tentang penatalaksanaan terkini dari berbagai penyakit paru yg banyak dijumpai di masyarakat seperti tuberkulosis paru, PPOK, Asma, dan Tumor paru.
Acara PIRA tahun ini diselenggarakan sekaligus menyambut *World TB Day* yang diperingati setiap tgl 24 Maret.
Wakil Gubernur Aceh Ir.Nova Irainsyah dalam sambutanya mengatakan , penyakit paru merupakan persoalan yang sangat serius dan harus kita dukung penuh untuk menekan penyakit menular tersebut.
“Pemerintah Aceh sangat mendukung kegiatan ini , apalagi sangat sesuai dengan program pemerintah Aceh sekarang yakni di bidang kesehatan ” jelas wagub.
Nova Iriansyah melanjutkan , penyakit paru kasusnya sangat banyak di dominasi kaum laki – laki dan kita semua berharap agar dokter specialis paru tersebar di seluruh kabupaten / kota di Aceh.
“Paling tidak ada dua dokter specialis paru di kabupaten / kota , agar penyakit menular ini dapat diatasi dengan baik ” sebut wagub.
Selain itu wagub Nova Iriansyah berharap kepada pengurus PDPI yang baru dilantik agar terus memperkuat kinerjanya di bidang kesehatan yang berkualitas.
Sementara itu dalam konfrensi pers dengan sejumlah wartawan , dr.Iman Murrahman, Kasie P2PM Dinkes Provinsi Aceh mengatakan . Indonesia menduduki peringkat ke-2 di dunia dalam jumlah kasus tuberkulosis (TB). Data nasional tahun 2016 menunjukkan Provinsi Aceh sebagai urutan ke-12 jumlah kasus terbanyak.
“Untuk kabupaten / kotanya Aceh Utara menjadi daerah dengan kasus terbesar untuk penyakit ini , sementara yang terkecil kota Sabang ” sebut dr.Iman Murrahhman.
Sedangkan Dr.Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K), Ketua Pokja Tuberkulosis Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Menjelaskan untuk tingkat nasional nya DKI Jakarta masih yang teratas dalam kasus penyakit paru.
“Indonesia memiliki 3 permasalahan sekaligus terkait TB yaitu ,TB itu sendiri, TB multidrug- resistant (MDR) atau kebal obat, serta TB dengan infeksi human immunodeficiency virus (HIV) ” jelas dr.Erlina Burhan.
Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FISR, FAPSR, Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Imdonesia (PDPI) menyambung perkataan dr.Erlina Burhan , Para dokter paru di Indonesia akan terus berjuang dalam membantu bangsa dalam meningkatkan notifikasi kasus TB dalam rangka mencapai cita-cita eliminasi dan eradikasi TB.
“PDPI Aceh sebagai perhimpunan terdepan yang berkomitmen untuk berperan aktif penanggulangan
penyakit respirasi masyarakat Indonesia seperti halnya TB “ujarnya.
Ditempat yang sama dr. Teuku Zulfikar,Sp.P(K), FISR, Ketua PDPI Aceh yang turut didampingi dr.Mulyadi,Sp.P(K), Penasehat PDPI Aceh mengatakan . PDPI Aceh akan terus maju bersama
mendukung pemerintah dalam mencapai Indonesia bebas TB 2035.
“PDPI Aceh akan terus berjuang bagi kesehatan bangsa. Mari berjuang bersama.
TOSS TB !! Temukan dan obati TB sampai sembuh !!! ” tutup ketua PDPI Aceh. (van)

