Banda Aceh-Aceh Monitor Com.T Hendra Budiansyah, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh dari Partai Aceh paham betul bahwa masyarakat perlu dibangun. Pembangunan harus dimulai dari gampong. Anggota dewan harus mampu menjadi jembatan penghubung aspirasi rakyat dengan pemerintah.
Putra dari “Singa Podium Aceh” Cut Nur Asikin ini juga menyadari bahwa dirinya terpilih menjadi anggota legislatif berkat suara masyarakat gampong. Pada pemilihan anggota legislatif 2014 lalu, pria kelahiran Banda Aceh, 23 Oktober 1980 ini mendulang suara dominan di tiga gampong, yakni Lampulo, Lamdingin khususnya dusun Gano, dan Gampong Mulia.
Pengusaha perhotelan ini sudah aktif di dunia politik sejak 1998 silam. Baginya, mampu memperolah satu kursi di dewan merupakan amanah masyarakat. “Saya dipilih oleh masyarakat dan akan kembali ke masyarakat,” ujar pria yang juga aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan tersebut.
Untuk menjaga dan memperjuangkan amanah masyarakat tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Kutaraja ini selalu membangun komunikasi dengan konstitienya di setiap gampong.
Selain di dunia politik T Hendra Budiansyah juga aktif di berbagai organisasi profesi dan kepemudaan, diantaranya, ia menjabat sebagai Bendahara AMX, dan Kabit Keselamatan Berlalu Lintas (Safety Reading) Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Aceh.
Sejatinya T Hendra Budiansyah merupakan sosok yang mampu menjalani profesi antara politik dan bisnis. Di sela-sela kesibukannya sebagai anggota dewan, T Hendra Budiansyah juga tercatat sebagai pengusaha perhotelan. Ia tercatat sebagai Manager Wisma Permata Hati, Wakil Direktur Hotel Rajawali, dan Direktur Hotel Nuri.
Sebagai wakil rakyat di parlemen, T Hendra Budiansyah komit untuk terus memperjuangkan aspirasi rakyat dalam berbagai bidang. Di awal-awal masa jabatannya di dewan, ia getol menyorot tentang kesehatan masyarakat melalui fogging.
Ia menilai fogging yang dilakukan Pemko Banda Aceh melalui dinas terkait tidak maksimal. Hal itu diketahuinya setelah mendapat laporan masyarakat. Ia pun langsung menyampaikan hal tersebut ke Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. “Sebagai legislator, saya akan selalu siap menjadi jembatan masyarakat dengan pemerintah,” tegasnya. (Rel)
