Banda Aceh-Aceh Monitor Com. Lemahnya pendampingan yang dilakukan oleh tenaga teknis lapangan saat ini, menjadi kendala tersendiri yang dihadapi oleh masyarakat petani tambak (kolam). Dimana, seharusnya bentuk pendampingan itu, merupakan keharusan yang didapatkan para petani tambak atau kolam, guna mendapatkan masukan dan pengetahuan bagaimana seharusnya membudidayakan perikanan darat yang baik dan benar.
Selain itu, kurangnya sosialisasi, fasilitasi dan pendampingan dilapangan menjadi salah satu pemicu timbulnya kendala pengembangan disektor budidaya perikanan itu sendiri.
Saat ini, yang diharapkan oleh masyarakat petani budidaya disektor perikanan darat adalah, adanya pendampingan yang dilakukan oleh tim teknis lapangan yang berkesinambungan, di masing-masing lokasi yang dijadikan sasaran bantuan dalam pembudidayaan perikanan tersebut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Ir. Teuku Diauddin saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, diruang kerjanya, Kamis (08/12) kepada media ini mengatakan. Saat ini, kita masih terkendala dengan keterbatasan tenaga teknis pendamping yang kita miliki dilapangan, sehingga berdampak langsung dalam pencapaian hasil yang optimal disektor perikanan darat.
Selain itu, masalah bantuan juga menjadi salah satu permasalahan yang berkelanjutan, dimana para penerima manfaat baik itu dari pemerintah maupun lembaga lainnya, masih terdapat kendala dari segi pendampingan dilapangan. Yang pada akhirnya, akan berdampak bagi masyarakat penerima itu sendiri.
Kedepan, kita akan mengupayakan ketersedian tenaga teknis pendamping dilapangan, diantaranya, dengan melaksanakan kegiatan pelatihan bagi tenaga teknis pendamping dengan ikut melibatkan masyarakat petani tambak, untuk memahami bagaimana cara membudidayakan perikanan darat yang benar.
Setidaknya, pasca mengikuti kegiatan pelatihan nantinya, dapat memberikan pendampingan bagi rekan-rekannya secara teknis dilapangan. Selain itu juga, mereka dapat memberikan masukan bagaimana cara membudidayakan perikanan darat yang baik dan benar kepada masyarakat didaerahnya masing-masing.
Tambahnya, ditahun 2017 nanti, kita akan membentuk tim percepatan penanganan permasalahan tersebut, dengan turut mengundang para petani tambak, untuk mengikuti studi banding dan melihat secara langsung bagaimana cara pembudidayaan perikanan darat, yang telah sukses kita lakukan.
Sehingga kedepannya, setelah sudah mengerti dan menguasainya, maka bantuan yang mereka peroleh baik itu dari pemerintah atau lembaga bantuan lainnya seperti NGO, akan dapat bermanfaat dan tidak sia-sia pada akhirnya,”tutup Ir. T. Diauddin. (Fad)
