Banda Aceh-Aceh Monitor Com.Pasangan calon walikota dan wakil walikota Aminullah Usman-Zainal Arifin kembali melakukan blusukan ke pasar Ulee Kareng, Jumat (30/12) setelah sebelum nya mengunjungi pasar-pasar yang terdapat di Kota Banda Aceh seperti pasar Aceh, Peunayong, Pasar Baru, Setui, Lampulo dan Peuniti.
Dalam kunjungan tersebut Aminullah mengatakan bahwa dirinya tertarik melihat toko-toko yang menjual bubuk kopi olahan sendiri berkualitas ekspor di pasar Ulee Kareng. Salah satunya adalah toko sepakat milik Ibrahim yang menjual kopi produksi rumah (home industri) yang selama ini mampu memproduksi bubuk kopi sebanyak 100 kg per hari.
Ibrahim mengharapkan Aminullah-Zainal dapat memberikan solusi terkait peningkatan daya beli, permodalan dan pemasaran. “Hasil penjualan kami masih belum sebanding dengan hasil produksi. Walaupun kopi kami berkualitas ekspor tapi sangat di sayangkan kami tidak mempunyai jaringan baik nasional maupun internasional, selama ini juga kami tidak mendapatkan arahan dari pemerintah terkait pemasaran dari produk kami ini” sebut nya.
Dalam kesempatan yang sama, ketua pedagang Ulee Kareng, Bukhari, juga menyampaikan beberapa keluhan diantaranya pemasaran, permodalan, penataan pasar
serta fasilitas umum yang belum memadai.
Aminullah dalam respon nya mengatakan bahwa salah satu yang menjadi visi misi pasangan bernomor urut 2 kedepan adalah memajukan ekonomi kreatif, seperti Kopi Aceh hasil produksi masyarakat setempat serta kuliner yang dapat dijadikan selera dunia. “Festival Kopi dapat kita pergunakan sebagai ajang pemasaran bagi produk-produk lokal, kesempatan tersebut dapat kita manfaatkan untuk mengundang perwakilan negara-negara pecandu dan penghasil kopi dunia, seperti Brazil, Italia, Amerika, Australia dan lainnya. Terkait pemodalan kami sudah menyiapkan program pembentukan Lembaga Keuangan Syariah dan harapan perbaikan pasar akan menjadi prioritas ketika kami memimpin” ujar nya
Aminullah juga melanjutkan bahwa potensi yang sama dapat juga di aplikasikan kepada kuliner Aceh dimana cita rasa kuliner Aceh dapat dijadikan sebagai selera dunia. “Bahwa memajukan ekonomi kreatif ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat” tutupnya (Rel)
