Laporan : Teuku Duta.
Bireuen Aceh Monitor.com. Kebijakan yang diambil Asosiasi Provinsi PSSI Aceh terkait Perpanjangan Pendaftaran Kompetisi dinilai sangat tidak etis, dan menuai kontroversi dari Klub yang ikut andil di liga 3 Aceh Tahun 2021, pasalnya Asprov PSSI Aceh yang juga turut berperan dalam pembuatan regulasi hingga menyelenggarakan kompetisi itu dinyatakan tidak konsisten / plin plan.
“Kebijakan yang diambil itu sangat tidak professional dan dapat menurunkan kredibilitas dari Induk organisasi sepak bola khususnya di Provinsi Aceh” pungkasnya.
Hal tersebut dibeberkan Sekum PSSB Bireuen Tarmizi Hamid kepada media Aceh monitor.com pada Minggu 26/ 9/2021.
Menurutnya, Asosiasi Provinsi PSSI Aceh yang memiliki peran dalam penyelenggaraan berbagai kompetisi itu harusnya mempertimbangkan berbagai aspek, terutama dalam hal masalah dengan membuka kembali pendaftaran kompetisi, yang sudah ditutup dua bulan lalu .

Seperti yang tertera dalam surat Nomor : 119/PSSI-ACEH/IX-2021, dimana Asosiasi Provinsi PSSI Aceh , membuka kembali / Perpanjangan Pendaftaran Kompetisi, surat tersebut ditujukan kepada para Ketua Umum Klub dan Anggota Asosiasi Provinsi PSSI Aceh, supaya dapat menyampaikan Surat Pernyataan keikutsertaan Klub dan Surat Penunjukan Tenaga Admin Klub, Melalui email [email protected]. form admin dan surat deklarasi Klub terlampir
” kemarinkan sudah ditutup kok dibuka lagi, Ada apa ini ..?? jangan nanti muncul persepsi negatif seperti yang sebelumnya tersiar kabar, diduga ada klub yang main serong untuk dapat mengikuti kompetisi” ungkap Abu Tata dengan nada nyeleneh.

Lanjut , Apakah langkah yang diambil juga sudah diketahui oleh anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Aceh dan juga PSSI pusat , apa sudah dimusyawarahkan terlebih dahulu?? tanya pria yang kerap disapa Abu Tata.
“Kita berharap Asprov PSSI Aceh bijak dalam menanggapi mengambil sikap demi majunya dunia persepakbolaan di tanah rencong” tutupnya
