KABAR DARI ACEH

Agar Tidak Kelihatan Kumuh dan Indah Dipandang , Ini Permintaan Satpol PP – WH Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Aceh Monitor Com (AMC).
Dalam upaya menciptakan suasana aman, nyaman, bersih dan tertib dalam wilayah kota besar Banda Aceh. Sekaligus mengejar target merebut piala Adipura , pemerintah kota Banda Aceh melalui Satpol PP dan WH kotanya, terus menerus dengan tidak bosan bosannya melaksanakan penertiban diseluruh titik titik perkotaan termasuk kios – kios dan rak rak Pedangang Kaki lima (PKL) yang diletakkan tidak pada tempatnya, serta ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya.

Begitupun menertibkan hewan ternak yang berkeliaran didalam kota.
Demikian dikatakan oleh Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Hidayat melalui Kabid Ketentraman dan Penertiban kota Banda Aceh, Hardi kepada media ini. Rabu (25 /9/2019)

Sementara itu dikatakan Hardi, titik wilayah kota yang telah dilakukan penertiban, diantaranya seperti Jalan Iskandar Muda, Jalan profesor Masjid Ibrahim, Jalan Tgk Chiktiro, Jalan Makam Pahlawan, Jalan depan MIN 1 Masjid Raya, Jalan Tgk Imum Loeng Bata, kemudian Jalan seputaran Tentra Pelajar Dan Jalan seputaran Peunayong serta ditempat lainnya dalam wilayah kota besar Banda Aceh.

“Umumnya penertiban kita lakukan terhadap pedagang kaki lima yang dinilai membandel dan menganggu keamanan, kenyamanan serta melanggar aturan sehingga membuat kota kelihatan semeraut, tidak nyaman bahkan terkesan jorok” sebutnya.

“Seperti pedagang ikan yang berjualan di jembatan penayong dan pedagang jamblang di jembatan Pante perak juga kita tertibkan “lanjutnya.

Bahkan juga seperti di Jalan Tentra Pelajar tepatnya di depan kantor PLN Akses jalan kaki trotoar milik masyarakat untuk berjalan kaki justru digunakan untuk menjual barang barang mebel dikaki lima seperti lemari, kasur tempat tidur juga kita tertibkan.

“Termasuk PKL yang berdagang didepan Masjid Raya, Jalan Diponegoro waktu malam hari juga akan kita tertibkan. Mereka bukan tidak boleh berjualan disitu, boleh berjualan disitu tapi sifatnya tidak permanen misalnya mereka berjualan hanya bisa diwaktu malam hari saja ” ungkapnya.

Dikatakan terkait binatang ternak yang berkeliaran didalam wilayah hukum kota Banda Aceh seperti kambing dan lembu akan kita tangkap dan tertibkan.

“Binatang tersebut akan kita serahkan kerumah potong hewan yang dikelola oleh Dinas Kelautan, perikanan, peternakan dan pangan kota Banda Aceh. Selanjutnya setelah dua kali ditangkap namun dibiarkan berkeliaran oleh pemiliknya maka dilelang untuk negara walaupun demikian tindakan kita bersifat persuatif yaitu pembinaan tetapi apabila sudah dua kali maka kita lelang hasilnya untuk pendapatan daerah ” Kata Hardi.

Penertiban tidak bermaksud untuk melakukan penzaliman terhadap pedagang kaki lima dan peternak , apalagi melarang orang untuk mencari rezeki, silakan mencari rezeki dikota Banda Aceh apakah dengan cara berdagang, jaga parkir dan beternak namun jangan sampai mengganggu ketentraman, ketertiban dan kepentingan masyarakat umum lainnya.

“Kita juga semua berharap agar pedagang mau mematuhinya , tidak berjualan disembarangan tempat , dan juga menjaga kebersihan agar tidak kelihatan kumuh , supaya kota tercinta ini kelihatan bersih dan enak dipandang ” , Kata Hardi Menambahkan. (edi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!