Gayo Lues -Aceh Monitor Com. Untuk mewujudkan program swasembada pangan yang telah diprogramkan oleh Pemerintah selama ini, maka semua pihak haruslah turut serta dalam membantu setiap kendala yang dihadapi oleh petani dilapangan.
Seperti masalah kekeringan dan aspek pendukung lainnya yang sangat diperlukan petani dikala memasuki musim tanam. Selama ini, yang menjadi kendala bagi petani apabila lahan yang hendak digarap mengalami masalah kekurangan suplai air yang disebabkan faktor alam dan adanya kendala teknis lainnya.
Sehingga hal tersebut, menjadi kendala bagi petani dan harus segera di atasi demi kelancaran dan kesuksesan petani itu sendiri, dan berjalannya program pemerintah dalam swasembada pangan.
Menyikapi hal tersebut, prajurit TNI anggota Koramil 03/Blangkejeren, Kodim 0113/Gayo Lues Serka Sutrisno, merasa terpanggil untuk membantu petani menghadapi masalah kekeringan disaat musim tanam tiba.
Dukungan prajurit TNI ini, bertujuan menyikapi program dari pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan tidak diragukan lagi melakukannya. Merekabersama-sama terjun ke sawah berbaur dengan Kelompok Tani yang berada di desa Badak Kecamatan Dabun Gelang, untuk membantu mengantisipasi dampak kekeringan, dengan cara pompanisasi yang berasal dari bantuan Kementerian Pertanian untuk Kodim 0113/Gayo Lues.
Disela-sela pompanisasi tersebut, Serka Sutrisno mengatakan.” Pendampingan dan dukungan kita menggunakan pompa air ini, bertujuan mengairi tanaman padi di lahan seluas 5 hektar milik kelompo tani desa Badak, dan inilah wujud kepedulian saya bersama rekan-rekan bagi para petani di desa ini,” pungkas Sutrisno, Selasa (11/10-2016)
Lebih lanjut Sutrisno menyampaikan, untuk masa tanam yang kedua ini, para petani ketika ingin mengelola lahan persawahan mereka mendapat kendala yaitu, kekurangan air untuk mengairi tanaman padinya.
“Kondisi seperti inilah, yang harus segera mendapatkan perhatian dan dukungan dengan melakukan sistem pompanisasi guna mensuplai kebutuhan air di area persawahan yang dijadikan sebagai lahan penanaman padi,”pungkasnya.
Upaya yang kita lakukan bersama, dikarenakan irigasi yang mengairi persawahan saat ini debit airnya tidak cukup, sehingga pasokan air yang seharusnya cukup untuk kebutuhan para petani, namun kenyataannya tidak cukup.
Hal ini lanjut Sutris, dikarenakan pada musim tanam yang yang kedua ini, berbarengan dengan masuknya musim kemarau sehingga para petani harus segera kita bantu dengan pompanisasi, dimana sumber air untuk mengairi persawahan kita sedot dari sungai Badak,” paparnya.
Dengan adanya pendampingan dari para Babinsa, maka kesejahteraan para petani dapat terus ditingkatkan, semoga apa yang telah diberikan hari ini dapat bermanfaat bagi kami para petani, semoga kedepannya bantuan dan dukungan dapat tetap diberikan, sehingga tidak ada lagi kendala yang kami hadapi demi terwujudnya swasembada pangan,” harapan yang di ungkap salah seorang anggota kelompok tani setempat. ( Fad )
