KABAR DARI ACEH

Baitul Mal BIREUEN “KUAT KARENA ZAKAT”

Bireuen – Aceh Monitor Com. Sekilas kisah Nurasiah (43) janda miskin warga Desa Grugok Kecamatan Gandapura yang tinggal di rumah dengan kondisi sangat tidak layak untuk dihuni, tampak dari keseluruhan kontruksi rumah yang seadanya hanya bilik tepas bambu, beratap jerami, beralaskan tanah dan tak adanya penerangan listrik, membuat perempuan dan kedua anaknya meratapi nasib akan betapa sulitnya kehidupan.

“Sejak suami saya meninggal dalam kecelaakan, pada musibah itu kaki saya diamputasi, mau tak mau sekarang terpaksa menjadi tulang punggung demi memenuhi kebutuhan hidup, tapi apa yang bisa saya hasilkan dengan keadan saya tidak sempurna ini, untuk makan saja susah apalagi untuk  perbaikan rumah” tutur Nurasiah dengan raut sedih.

Namun, pantang bagi nurasiah berputus asa , dengan bekal proposal dan semangat ia melangkah mengayunkan tongkat yang mejadi penopang pijakan kakinya untuk terus berusaha  dan berupaya dengan harapan adanya perhatian/uluran tangan  dari lembaga Pemerintahan ataupun swasta yang  dapat meringankan penderitaannya.

Lanjut kisahnya, dari tahun 2017 Nurasiah mengaku pernah  mengajukan proposal bantuan rumah di beberapa Dinas instansi Pemerintah Kabupaten Bireuen, namun ia sempat merasa pesimis dan ragu akan impiannya itu dapat terwujud.

Berkat doa dan keyakinannya itu, kesabaran Nurasiah pun berbuah manis, tepatnya pada Selasa 17/4/2018 lalu secara blusukan Sekretaris Baitul Mal Bireuen Anwar,S.Ag, MAP bersama tim verifikasi program penerima bantuan dan perangkat desa setempat  meninjau lokasi dan menyatakan akan merenovasi rumahnya agar layak untuk dihuni, Tidak hanya itu, kedua anak dari Nurasiah juga mendapat biaya santunan dari Baitul Mal Bireuen.

Dan akhirnya dalam waktu dekat ini Nurasiah dan keluarganya akan menempati  rumah yang layak huni. Hal itu dipastikan Anwar,S.Ag, MAP usai  menyerahkan dana bantuan rehab kepada nurasiah yang berlangsung di kantor sekretariat Baitul Mal Bireuen, Jumat 4/5/2018.

Kisah singkat diatas terbesit  betapa besarnya mamfaat yang dirasakan oleh masyarakat terhadap program nyata Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Baitul Mal yang mengayomi serta memperhatikan nasib kaum duafa/fakir miskin dalam rangka mengatasi ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial dilingkungan masyarakat saat ini.

Menanggapi hal ini Sekretaris Baitul Mal Anwar,S.Ag, MAP kepada Aceh Monitor menerangkan akan tupoksi dan fungsi utama Baitul Mal Kabupaten Bireuen dimana Lembaga Daerah non Struktural yang diberi kewenangan untuk mengelola zakat, infaq, shadaqah, harta wakaf, harta agama lainnya untuk kemaslahatan umat, dan menjadi wali/wali pengawas terhadap anak yatim piatu dan hartanya, serta pengelolaan terhadap harta warisan yang tidak ada wali berdasarkan Syariat Islam.

Sebagaimana tertera dalam  Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2010, Maka oleh karena itu,  Baitul Mal Kabupaten Bireuen mengemban tugas sebagai Koordinator dan fasilitator dalam pendistribusian zakat bertujuan mengatasi kemiskinan, sebagaimana tujuan utama dari zakat itu sendiri.

“Pemerintah Daerah melalui Baitul Mal terus berupaya dengan  langkah – langkah konkrit dan tepat sasaran seperti yang diimplementasikan  dalam menjalankan  program – program  Baitul Mal Bireuen ”terangnya

Pada kesempatan itu, ia juga  menjelaskan ditahun ini ada perbedaan dimana selogan dari Baitulmal Bireuen mengusung tema “Kuat Karena Zakat” terinspirasi dengan adanya peningkatan penerimaan ZIS Baitul Mal Kabupaten Bireuen untuk tahap-I ditahun 2018 yang mencapai Rp 3.596.346.400,  jelas dari angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan sebesar Rp 907.911.800 ketika dibandingkan dengan penerimaan ZIS tahap III tahun 2017 lalu.

“meningkatnya penerimaan dan penyaluran ZIS tahap-I 2018 tahun merupakan bagian dari keseriusan Pemkab Bireuen dalam menggalang potensi zakat melalui Baitul Mal demi kemaslahatan umat” ungkapnya

Dikatakannya, Adapun sumber penerimaan zakat sebesar Rp 1.879.756.158, dan penerimaan infaq sebesar Rp 1.716.590.602, telah disalurkan, zakat sebesar Rp 1.548.156.000 untuk 12 mustahik.

Sementara Infaq yang sudah disalurkan sebesar Rp 1.716.558.500, untuk 14 mustahik dan simpanan dana abadi sebesar Rp 100 juta.

 “Jumlah penyaluran dana ZIS yang disalurkan kemarin (3/5/2015) seluruhnya Rp 3.596.346.760,. Sisa dana berjumlah Rp 331.632.260, dengan rincian SILPA 2017 pada BUD Rp 330.955.082, dan pada rekening Baitul Mal Rp 677.176, per 30 Maret 2018,” ujar Anwar

Selanjutnya pria yang sering disapa Cek Wan itu berharap akan meningkatnya antusias dan Ekspektasi yang tinggi dari berbagai kalangan masyarakat /swasta terhadap lembaga-lembaga pengumpul zakat, sehingga dapat menambah sumber pengelolaannya untuk melayani  jasa pengumpulan Zakat dari berbagai unsur Masyarakat serta memberikan berkontribusi dalam menyalurkan Zakatnya melalui Baitul Mal Bireuen.

“didukung dengan sistem manajemem yang handal dengan optimis Baitul Mal mampu melaksanakan perannya demi kebangkitan zakat, serta kemajuan dunia zakat serta dapat membantu pembangunan ekonomi daerah.”tutupnya (duta)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!