POLHUKAM

Bea Cukai dan BNN Berhasil Gagalkan Peredaran Narkotika di Aceh dan Sumut

Jakarta  – Aceh Monitor Com. Sinergi Bea Cukai Aceh dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali berhasil gagalkan peredaran narkotika di wilayah Aceh.

Kali ini, petugas gabungan berhasil menyita 17 bungkus plastik teh China sebesar 18,1 Kg dan 8 bungkus plastik bening seberat 770 gram. Selain mendapatkan barang bukti narkotika, petugas gabungan juga mengamankan lima orang tersangka. Pengungkapan kasus ini merupakan bukti nyata upaya yang secara terus menerus dilakukan pemerintah dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman bahaya narkotika.

Pengungkapan peredaran gelap narkotika di wilayah Aceh kali ini dilakukan oleh Bea Cukai Wilayah Aceh, Bea Cukai Kuala Langsa, BNN, dan BNN Kuala Langsa.

Penindakan berawal informasi masyarakat terkait adanya peredaran narkotika jenis sabu dari Malaysia melalui perairan Aceh. Pada Kamis (13/02) sekitar pukul 20.30 WIB petugas gabungan menangkap seorang tersangka berinisial F yang tengah melintas di wilayah Gampong, Puedawa Puntong, Idi Rayeuk, Aceh Timur. Saat dilakukan penggeledahan petugas menemukan 5 bungkus teh China dalam jok motor yang diketahui berupa sabu.

Tidak berhenti di situ, petugas melakukan pengembangan kasus untuk meringkus barang bukti yang masih tersisa. Petugas kemudian menangkap seorang tersangka lain berinisial NT dan menggeledah rumahnya di wilayah Dusun II Blang Gadeng, Aceh Timur. Dari aksi tersebut, petugas menemukan sabu di bawah tempat tidur yang dikemas dalam 12 bungkus teh China dan 8 bungkus plastik bening.

Petugas gabungan kemudian berupaya mencari pengendali jaringan ini dan berhasil mengamankan dua orang tersangka berinisial MT dan N pada Jumat (14/02) sekitar pukul 00.30 WIB di daerah Peurak Barat, Aceh Timur.

Kemudian pada pukul 01.00 WIB petugas juga menangkap seorang lainnya berinisial BMA yang merupakan kurir yang mengambil narkotika tersebut untuk diserahkan ke tersangka F yang sudah ditangkap sebelumnya.

Dari pengungkapan kasus ini, petugas berhasil mengamankan sabu dalam 17 bungkus plastik teh China sebesar 18,1 Kg dan 8 bungkus plastik bening seberat 770 gram. Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti lain di antaranya kartu identitas, motor yang digunakan sebagai sarana transportasi kurir narkotika, dan telepon genggam.

Hingga saat ini petugas masih melakukan pencarian terhadap seorang tersangka berinisial N yang merupakan oknum yang memerintah tersangka F untuk mengambil narkotika.

Dalam konferensi Pers yang digelar Senin (17/02) di Kantor Bea Cukai Jakarta turut hadir di antaranya Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Pusat DJBC, B. Wijayanta B.M; Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Arman Depari; Kepala Bidang P2 Kanwil Bea Cukai Sumut, Sodikin; dan Kasi Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan Kanwil Bea Cukai Aceh, Khrisnawan Sigit Santoso.

Dalam konferensi pers ini, selain yang di Aceh gabungan petugas juga mengungkapkan keberhasilan penggagalan peredaran gelap narkotika di wilayah Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara pada Kamis (13/02) dengan menyita 15 bungkus sabu seberat 16,08 Kg dan 1 bungkus ekstasi sebanyak 2.000 butir.

Atas penindakan ini, petugas gabungan setidaknya telah menyelamatkan lebih dari 82.000 (delapan puluh dua ribu) anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika.

Sedangkan perbuatan para tersangka dapat diancam dengan hukuman maksimal berupa hukuman mati sesuai UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Penindakan secara kontinyu dan masif yang dilakukan Bea Cukai dan aparat penegak hukum lain merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman narkotika.

Bea Cukai berharap agar masyarakat dapat turut berperan aktif dalam menginformasikan kepada pihak yang berwenang jika menemukan kegiatan mencurigakan khususnya terkait peredaran narkotika. (Ril)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!